Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Nasional · 19 Nov 2025 18:16 WIB ·

Mentan Amran Bongkar Praktik Serakah-nomics, Tegaskan Negara Harus Berpihak pada Petani


 Mentan Amran Bongkar Praktik Serakah-nomics, Tegaskan Negara Harus Berpihak pada Petani Perbesar

JAKARTA – Pemerintah kembali menyoroti praktik ekonomi rakus yang belakangan dikenal sebagai Serakah-nomics. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi salah satu tokoh yang paling vokal menantang model bisnis yang dianggap menyingkirkan petani, mematikan penggilingan kecil, dan mengganggu keadilan pasar pangan nasional.

Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan rantai pasok dikuasai segelintir pelaku besar. Ia menyebut langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang ingin membersihkan mafia pangan dari hulu hingga hilir.

Amran menegaskan bahwa keberhasilan mencapai swasembada tidak hanya bertumpu pada program, tetapi pada keberanian menghadapi tekanan dari para pemain besar.

“Untuk swasembada, kita harus siap ditekan, diuji, dan berani melawan mafia pangan. Saya sekuat tenaga menjaga stabilitas harga, tapi Alhamdulillah, hasilnya nyata,” kata Amran.

Ia menambahkan bahwa penguatan Bulog sebagai penyangga harga telah membawa dampak signifikan bagi stabilitas produksi dan cadangan pangan.

Menurut Amran, praktik Serakah-nomics sudah berlangsung lama dan tidak boleh dibiarkan terus berjalan. Ia menjelaskan bahwa pelaku besar membeli Gabah Kering Panen (GKP) sedikit di atas harga pasar bukan untuk membantu petani, tetapi untuk menghabiskan pasokan hingga penggilingan kecil kehabisan bahan baku.

“Ini sudah lama tumbuh di Indonesia. Tetapi mungkin baru saatnya hari ini kita membongkar dan berpihak pada rakyat kecil,” ujar Amran.

Amran juga membeberkan temuan serius terkait manipulasi kualitas beras premium. Salah satu merek yang beredar di pasaran ternyata memiliki tingkat menir 59 persen—empat kali lipat lebih tinggi dari batas premium, yakni maksimal 14 persen.

“Pecahannya 59 persen. Artinya menir, makanan ayam, tapi dikemas sebagai premium,” tegasnya.

Ia menyebut praktik itu sebagai contoh paling gamblang dari Serakah-nomics: keuntungan sebesar-besarnya dengan mengorbankan konsumen serta menciptakan distorsi pasar.

Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan dominasi pelaku besar merusak ekosistem pangan nasional.

“Negara hari ini perlu berpihak kepada yang selama ini dirugikan. Sistemnya harus dibenahi menyeluruh agar petani, penggilingan kecil, dan konsumen tidak lagi dikorbankan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian membuka kanal pengaduan cepat melalui WhatsApp bernama “Lapor Pak Amran” di nomor 0823-1110-9390. Kanal ini dipegang langsung oleh Amran bersama tim pengawasan Kementan.

“Silakan melapor. Identitas pelapor kami jaga sepenuhnya. Bila ada penyimpangan seperti pupuk palsu atau harga di atas HET, kami akan tindak tegas,” ujar Amran.

Ia meminta agar setiap laporan disertai alamat kios atau distributor, jenis pelanggaran, dan jenis pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yang kini telah diturunkan pemerintah sebesar 20 persen.

“Ini nomor aku pegang, langsung ditindaklanjuti. Saatnya kita perangi mafia, koruptor, seluruh yang merugikan sektor pertanian. Kita harus lindungi 160 juta petani Indonesia,” tegas Amran.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhan dan Panglima TNI Tegaskan Sinergi Penguatan Pertahanan di Komisi I DPR

25 November 2025 - 15:00 WIB

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto digelar tertutup di Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025)

Kapolres Kutai Barat Bantah Isu Pelepasan Pelaku Narkoba Usai Video Ketegangan TNI–Polri Beredar

24 November 2025 - 19:51 WIB

Temuan Tambang Ilegal, Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Perizinan

22 November 2025 - 21:29 WIB

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin turun langsung meninjau dua lokasi yang disita Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Rabu (19/11/2025).

Faizal Assegaf Sindir Perburuan Sensasi dalam Kasus Ijazah Palsu: “Jangan Jadikan Isu Publik untuk Cuan”

21 November 2025 - 20:41 WIB

Kritikus Politik Faizal Assegaf

Kementan: PN Jaksel Putuskan Tidak Berwenang Mengadili, Kemana Kita Mencari Keadilan?

18 November 2025 - 21:15 WIB

Ilustrasi Pertanian

KPAI Berencana Laporkan Gus Elham, Pastikan Pelanggaran Terhadap Anak Terpenuhi

18 November 2025 - 21:01 WIB

Anggota KPAI Dian Sasmita
Trending di Nasional