Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 28 Feb 2026 18:04 WIB ·

Aksi Damai di Balikpapan Dorong Transparansi dan Pengawasan Program Pemerintah


 Aksi Damai di Balikpapan Dorong Transparansi dan Pengawasan Program Pemerintah Perbesar

BALIKPAPAN — Aksi penyampaian pendapat di muka umum kembali digelar di Kota Balikpapan. Kali ini, Kelompok Forum Masyarakat Untuk Keadilan di Bumi NKRI menggelar unjuk rasa di kawasan Simpang Tiga Plaza Balikpapan pada Sabtu (28/02/2026) sore.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.30 Wita dengan jumlah peserta sekitar 15 orang. Aksi tersebut dikoordinatori oleh Sdr. Antonius alias Bang Jeck. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian serta membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka.

Adapun tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut meliputi penghentian Program MBG dan Program Merah Putih, penolakan terhadap dugaan perampasan lahan masyarakat untuk pembangunan markas TNI, serta permintaan pengusutan secara menyeluruh terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam sejumlah peristiwa kerusuhan saat unjuk rasa di beberapa wilayah.

Pada pukul 16.50 Wita, peserta aksi melakukan pemasangan spanduk di jembatan penyeberangan (traffic light) Plaza Balikpapan sebagai bentuk simbolik penyampaian aspirasi kepada pemerintah dan pihak terkait.

Dalam orasinya, perwakilan forum menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan Program MBG yang menurut mereka memerlukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam aspek pengawasan distribusi dan keamanan pangan. Mereka juga mendorong adanya penerapan standar yang lebih ketat, seperti kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) bagi penyedia makanan, guna memastikan perlindungan terhadap penerima manfaat.

Selain itu, massa juga menyoroti isu konflik agraria yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius, serta pentingnya proses penegakan hukum yang transparan terhadap setiap dugaan pelanggaran yang berkembang di ruang publik.

Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian melakukan monitoring dan pengamanan guna memastikan aksi berjalan tertib serta tetap dalam koridor hukum. Hingga pukul 17.00 Wita, aksi berakhir dan seluruh peserta membubarkan diri secara tertib.

Secara umum, rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif, serta tidak mengganggu arus lalu lintas secara signifikan di sekitar lokasi aksi.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Abdulloh Pilih Jalur Damai, Ingatkan Pentingnya Kondusivitas Kaltim Jelang Aksi 21 April

14 April 2026 - 15:19 WIB

Alasan di Balik Rapat Kaltim di Jakarta, Sekda Angkat Bicara

13 April 2026 - 13:44 WIB

Pemprov Kaltim Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Meski Bantuan BPJS Disesuaikan

13 April 2026 - 12:48 WIB

Pemprov Kaltim Luruskan Isu Anggaran Rp25 Miliar, Renovasi Cakup Sejumlah Fasilitas Pemerintahan

13 April 2026 - 11:25 WIB

Ketua FPK Syaharie Jaang Tegaskan, Damai Itu Indah dan Harus Dijaga

12 April 2026 - 20:22 WIB

Verifikasi Lahan JBH Segmen 6A, Satgas Polda Kaltim Bersama ATR/BPN Turun Langsung ke Lapangan

11 April 2026 - 20:13 WIB

Trending di Berita