HALTENG – Hari Selasa, 7 April 2026, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah. Dua desa, Sibenpopo dan Banemo, menggelar pertemuan besar yang berlangsung dalam suasana penuh haru, hangat, dan sarat nilai kekeluargaan.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan simbol kuat bangkitnya nilai-nilai kemanusiaan dan moral yang tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat. Warga dari kedua desa menunjukkan sikap saling menghormati dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, sejalan dengan filosofi lokal “Torang Fagogoru” yang menjadi perekat persaudaraan di Maluku Utara.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai elemen masyarakat turut hadir, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga perwakilan pemuda. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga harmoni dan memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia menilai langkah yang diambil kedua desa merupakan contoh nyata dalam membangun kembali persaudaraan yang sempat merenggang.
“Kami sangat bangga. Hari ini kalian bukan hanya warga desa, tetapi juga teladan kemanusiaan bagi banyak orang. Ini adalah bukti bahwa nilai persaudaraan masih hidup dan kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Gerakan moral yang diinisiasi oleh warga Sibenpopo dan Banemo ini pun mendapat apresiasi luas. Banyak pihak menilai, langkah ini menjadi simbol kebangkitan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di bumi Fagogoru.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal dari kolaborasi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi sosial masyarakat Halmahera Tengah. Semangat persatuan yang ditunjukkan hari ini diharapkan dapat menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di Maluku Utara.
















Tinggalkan Balasan