Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Nasional · 25 Jan 2024 15:49 WIB ·

10 Orang Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Solo Raya


 10 Orang Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Solo Raya Perbesar

Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri menangkap total 10 orang terduga teroris di wilayah Solo Raya, pada hari ini, Kamis (25/1).

“Iya benar ada kegiatan dari Densus 88 (di Solo Raya),” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar. saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Aswin menjelaskan, sejumlah teroris yang ditangkap di Solo Raya meliputi wilayah Kabupaten Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Surakarta. Rinciannya, Satu terduga teroris di Karanganyar, Tiga orang di Boyolali, Lima orang di Sukoharjo, dan seorang di Surakarta.

Aswin masih belum mengungkap lebih jauh soal peran dan jaringan para terduga teroris ini. Ia menyebut tim Densus 88 masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para pelaku tersebut.

“Penyidik masih bekerja di lapangan. Mohon waktu, nanti kami update melalui Humas Polri,” jelasnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran untuk mengantisipasi seluruh aksi terorisme yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Pemilu 2024.

Listyo meminta agar antisipasi serangan teror menjadi fokus utama pengamanan Pemilu. Ia bahkan turut menyinggung adanya aksi terorisme yang sempat terjadi pada Pemilu 2019 kemarin.

“Terorisme harus menjadi perhatian serius. Pada penyelenggaraan Pemilu 2019 terdapat 6 aksi serangan teror dan ini tidak boleh terjadi di Pemilu 2024,” ujarnya.

Ia lantas meminta jajarannya untuk dapat mewanti-wanti eskalasi serangan yang mungkin meningkat pasca perang yang terjadi antara Palestina dan Israel.

“Optimalkan preventive strike agar pelaku teror berhasil ditangkap sebelum melancarkan aksinya, sehingga kita bisa memastikan tidak ada letupan sekecil apapun pada Pemilu 2024,” katanya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Damai di Balikpapan Dorong Transparansi dan Pengawasan Program Pemerintah

28 Februari 2026 - 18:04 WIB

Supremasi Hukum Harga Mati! Baladika Kaltim Kawal Kasus hingga Tuntas

27 Februari 2026 - 22:56 WIB

Baladika Kaltim Kritik Keras Program MBG dan Soroti Koperasi Merah Putih

27 Februari 2026 - 18:34 WIB

Brimob Kaltim Turut Ambil Peran dalam Pemulihan Masjid Islamic Center Lhokseumawe

22 Februari 2026 - 21:14 WIB

Musmaseno Tegaskan Komitmen Banser Kutai Barat untuk Polri

17 Februari 2026 - 15:16 WIB

KOKAM Paser: Polri di Bawah Presiden Perkuat Keamanan Nasional

17 Februari 2026 - 15:08 WIB

Trending di Berita