Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 27 Jun 2024 15:22 WIB ·

Pemkab PPU Berikan Pelatihan untuk Warga Terdampak Bandara VVIP IKN, Polda Kaltim Jamin Keamanan


 Pemkab PPU Berikan Pelatihan untuk Warga Terdampak Bandara VVIP IKN, Polda Kaltim Jamin Keamanan Perbesar

NUSANTARA – Ratusan warga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang terdampak pembangunan Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menerima pendidikan dan pelatihan (diklat).

Satuan Tugas (Satgas) Deteksi percepatan pembangunan IKN Polda Kaltim juga terlibat untuk melakukan pengamanan, guna terciptanya kelancaran kegiatan.

Sebanyak 102 warga dari lima kelurahan di sekitar bandara tersebut mengikuti program ini, yaitu Kelurahan Riko, Jenebora, Gersik, Maridan, dan Pantai Lango.

Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat menghadapi perpindahan ibu kota ke PPU. Diklat ini diinisiasi oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya.

“Saya ingin masyarakat dari lima kelurahan ini menjadi pelaku utama di bandara tersebut,” ungkap Makmur pada Selasa (25/6/2024).

Makmur menegaskan bahwa warga PPU yang terdampak pembangunan bandara tidak boleh hanya menjadi penonton. Ia berharap mereka dapat terlibat aktif saat bandara mulai beroperasi.

“Masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan tentunya akan memiliki pengetahuan dan keterampilan dari tenaga pengajar atau instruktur dari Politeknik Penerbangan Surabaya,” lanjutnya.

Setidaknya ada tiga kurikulum atau materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut: basic airline ground staff (penanganan penumpang dan barang) diikuti oleh 48 orang, basic renewable energy solar cell (energi surya) oleh 21 orang, dan marshaller (pemandu pesawat) oleh 33 orang.

Pelatihan ini berlangsung selama lima hari dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung di Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan Balikpapan.

“Saya tidak mau masyarakat saya pasif, saya mau mereka semua aktif dan berpartisipasi,” pungkas Makmur.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Damai di Balikpapan Dorong Transparansi dan Pengawasan Program Pemerintah

28 Februari 2026 - 18:04 WIB

Supremasi Hukum Harga Mati! Baladika Kaltim Kawal Kasus hingga Tuntas

27 Februari 2026 - 22:56 WIB

Baladika Kaltim Kritik Keras Program MBG dan Soroti Koperasi Merah Putih

27 Februari 2026 - 18:34 WIB

Aksi Humanis Polri, Satbrimob Polda Kaltim Gelar Bakti Sosial dan Bersih Lingkungan Pascabanjir Aceh

23 Februari 2026 - 11:09 WIB

Brimob Kaltim Hadirkan Kepedulian Sosial, Paket Sembako Dibagikan di Sepinggan Raya

23 Februari 2026 - 10:56 WIB

Dukung Mobilitas dan Ekonomi Warga, Brimob Polda Kaltim Benahi Jembatan Desa di Sambaliung

23 Februari 2026 - 10:45 WIB

Trending di Berita