Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 30 Apr 2026 18:15 WIB ·

May Day 2026, Disnaker Kaltim Fasilitasi Aspirasi Buruh Lewat Dialog Tanpa Demonstrasi


 May Day 2026, Disnaker Kaltim Fasilitasi Aspirasi Buruh Lewat Dialog Tanpa Demonstrasi Perbesar

SAMARINDA – Menyongsong peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur menyiapkan pola kegiatan yang lebih menekankan dialog dan kebersamaan. Pendekatan ini dipilih sebagai alternatif dari aksi demonstrasi di jalan, dengan harapan tercipta komunikasi yang lebih konstruktif antara pekerja dan pengusaha.

Pemerintah daerah mendorong model kolaboratif sebagai sarana penyampaian aspirasi yang tetap efektif namun berlangsung dalam suasana aman dan tertib. Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kaltim, Aris Munandar, menegaskan bahwa pelaksanaan May Day tahun ini tetap mengikuti pedoman dari Kementerian Ketenagakerjaan. “Jadi memang tiap tahun kita ada peringatan Hari Buruh Internasional. Untuk tahun ini juga mengacu pada juknis dari kementerian yang baru kami terima sekitar 20 April kemarin,” ungkap Aris, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, tema yang diusung pada tahun ini adalah “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama. Konsep kegiatan pun tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, dengan mengedepankan aktivitas yang mempererat hubungan sosial. “Kegiatan-kegiatan seperti jalan sehat, silaturahmi, hiburan. Intinya membangun kebersamaan, karena arahan dari kementerian juga pelaksanaan harus tertib, aman, dan damai,” kata dia.

Aris menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, peringatan May Day di Kalimantan Timur berlangsung tanpa aksi turun ke jalan. Meski demikian, ruang aspirasi tetap tersedia dan dimanfaatkan oleh para pekerja melalui mekanisme komunikasi yang lebih terbuka. “Alhamdulillah beberapa tahun ini tidak ada aksi turun ke jalan. Tapi bukan berarti aspirasi tidak disampaikan. Mereka tetap menyampaikan, hanya dengan cara yang lebih dialogis,” jelasnya.

Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan, namun konsep kegiatan telah dirancang dengan fokus pada penyampaian aspirasi secara langsung dalam suasana yang kondusif. “Kemungkinan kita lakukan silaturahmi, kemudian penyampaian aspirasi di kantor saja dulu. Intinya tetap kita fasilitasi,” imbuh Aris.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa berbagai pihak, termasuk serikat pekerja dan asosiasi pengusaha, turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang damai dan tertib. “Teman-teman serikat pekerja bersama unsur pengusaha juga siap mendukung kegiatan ini,” lanjutnya.

Di sisi lain, Disnakertrans Kaltim juga mengingatkan para pekerja untuk tidak ragu menyampaikan keluhan atau aduan terkait ketenagakerjaan melalui kanal resmi yang tersedia. “Imbauan kami, jangan takut mengadu. Kanalnya sudah ada, baik online maupun datang langsung. Informasi pekerja juga kami lindungi,” tegas Aris. Ia menambahkan bahwa seluruh proses penanganan aduan dilakukan secara independen dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan. “Namanya penegakan norma, tentu kami harus independen. Tujuannya menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” sambungnya.

Namun demikian, Aris menekankan bahwa penyelesaian persoalan sebaiknya terlebih dahulu dilakukan di tingkat internal perusahaan melalui mekanisme bipartit. Menurutnya, perusahaan dengan jumlah pekerja besar wajib memiliki Lembaga Kerja Sama (LKS) bipartit sebagai wadah komunikasi antara pekerja dan manajemen. “Di situlah sebenarnya wadah untuk menyelesaikan masalah. Jadi sebelum jadi aduan, dibicarakan dulu secara bipartit,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei merupakan momentum global untuk memperjuangkan hak serta meningkatkan kesejahteraan pekerja. Di Indonesia, peringatan ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional dan menjadi ruang bagi buruh untuk menyuarakan aspirasi, baik melalui aksi maupun pendekatan dialog seperti yang kini dikedepankan di Kalimantan Timur.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anev Polda Kaltim Bahas Pengamanan May Day hingga Ketahanan Pangan

28 April 2026 - 12:53 WIB

Syaharie Jaang Apresiasi Aksi Damai, Polda Kaltim Dinilai Humanis Kawal Aspirasi

22 April 2026 - 08:21 WIB

Ketua Mafindo Samarinda Ingatkan Bahaya Hoaks, Masyarakat Diminta Lebih Kritis

19 April 2026 - 13:26 WIB

Tokoh PGI dan API Kukar Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan, Kaltim Harus Tetap Damai

16 April 2026 - 16:11 WIB

Tokoh Dayak Kaltim Serukan Jaga Kondusivitas, Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Aman dan Tertib

16 April 2026 - 15:34 WIB

Abdulloh Pilih Jalur Damai, Ingatkan Pentingnya Kondusivitas Kaltim Jelang Aksi 21 April

14 April 2026 - 15:19 WIB

Trending di Berita