Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 16 Mar 2025 13:39 WIB ·

Pembangunan IKN memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kaltim


 Pembangunan IKN memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kaltim Perbesar

NUSANTARA – Kendati sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim), namun, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberikan dampak signifikan, terutama pada sektor konstruksi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kabupaten PPU mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Kaltim, yaitu 30,68 persen pada tahun 2024, naik dari 29,4 persen pada tahun 2023.

Sementara Kabupaten Kutai Timur berada di urutan kedua dengan pertumbuhan 9,82 persen, dan Kota Samarinda di urutan ketiga dengan pertumbuhan 8,66 persen.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, merinci kontribusi ekonomi masing-masing kabupaten/kota di Kaltim pada tahun 2024.

Kabupaten Kutai Kartanegara 24 persen, Kabupaten Kutai Timur 20 persen, Kota Balikpapan: 17 persen, Kota Samarinda 11 persen, Kota Bontang 8 persen, dan Kabupaten Paser 7 persen.

Kemudian Kabupaten Berau 6 persen, Kabupaten Kutai Barat 5 persen, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 2 persen, dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) 0 persen.

“Total pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun 2024 mencapai 6,17 persen,” ujar Budi, Jumat (14/3/2025).

Setiap kabupaten/kota di Kaltim memiliki sektor unggulan yang mendominasi perekonomiannya.

Samarinda, misalnya, didominasi konstruksi dan lapangan usaha lainnya, Bontang dan Balikpapan ditopang industri pengolahan.

Sementara Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Berau, dan Kutai Barat ditopang pertambangan.

Adapun Penajam Paser Utara ditopang sektor konstruksi, dan Mahakam Ulu didominasi sektor pertanian dan perkebunan.

Budi menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi agar Kaltim tidak hanya bergantung pada pertambangan.

Sektor industri manufaktur dan pertanian perlu dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi daerah.

“Kabupaten Mahulu memiliki potensi tinggi dalam pengembangan perkebunan kakao,” tuntas dia.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ETOS Indonesia: Polisi Tidak Bisa Disalahkan, Wakil Rakyat Harus Bertanggung Jawab

29 Agustus 2025 - 16:35 WIB

Program Gratispol Resmi Diluncurkan, Bantu Warga Kaltim Punya Rumah Subsidi

27 Agustus 2025 - 08:11 WIB

Sultan Kutai Kartanegara Ingatkan Warga Tetap Kondusif dan Tidak Terprovokasi

24 Agustus 2025 - 19:09 WIB

GALAK Kukar Tegas Bantah Dicatut dalam Rencana Aksi Demo Polres Kukar

24 Agustus 2025 - 16:26 WIB

Kapolres Kukar Resmi Dicopot, Publik Heran Masih Ada Seruan Demonstrasi

23 Agustus 2025 - 22:46 WIB

Ketua Adat Pampang: Warga Tidak Ikut Aksi, Isu yang Beredar Tidak Benar

22 Agustus 2025 - 23:25 WIB

Trending di Berita