Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Nasional · 21 Nov 2025 20:41 WIB ·

Faizal Assegaf Sindir Perburuan Sensasi dalam Kasus Ijazah Palsu: “Jangan Jadikan Isu Publik untuk Cuan”


 Faizal Assegaf Sindir Perburuan Sensasi dalam Kasus Ijazah Palsu: “Jangan Jadikan Isu Publik untuk Cuan” Perbesar

JAKARTA – Kritikus politik Faizal Assegaf menyoroti maraknya propaganda, klaim sepihak, dan perburuan popularitas di balik isu dugaan ijazah palsu yang tengah memanas di ruang publik. Ia menilai sebagian pihak terlalu sibuk mencari sensasi di luar proses hukum, sehingga substansi persoalan menjadi kabur.

Menurut Faizal, pihak-pihak yang memiliki bukti seharusnya membawa data tersebut ke pengadilan, bukan memanfaatkan media sosial untuk membangun narasi yang belum tentu sesuai fakta. “Berdebat di luar persidangan hanya membuat rakyat bingung. Banyak yang bicara untuk kebutuhan konten, bukan untuk kebenaran,” tegasnya.

Ia menilai bahwa kegaduhan opini tersebut telah menutup perhatian publik dari ribuan kasus lain yang juga membutuhkan keadilan. Faizal khawatir isu sensitif ini dijadikan komoditas untuk mendulang popularitas dan keuntungan di dunia digital, sementara proses hukum sesungguhnya justru terabaikan.

Faizal mengajak semua pihak menghormati ruang pengadilan sebagai tempat utama penyelesaian sengketa hukum. Ia menilai diskursus publik harus dijaga tetap elegan, mengedepankan nilai kemanusiaan, dan tidak terjebak dalam polarisasi.

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya peran Tim Reformasi Polri untuk mengembalikan arah diskusi ke jalur yang lebih konstruktif. Menurutnya, reformasi Polri tidak akan berhasil jika ruang publik terus dirusak oleh provokasi yang tidak bertanggung jawab.

Ia menutup pernyataan dengan ajakan agar publik tidak ikut dalam pusaran konten yang saling serang. “Lebih baik dorong proses hukum yang adil daripada ikut perburuan sensasi,” ujarnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tokoh PGI dan API Kukar Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan, Kaltim Harus Tetap Damai

16 April 2026 - 16:11 WIB

Tokoh Dayak Kaltim Serukan Jaga Kondusivitas, Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Aman dan Tertib

16 April 2026 - 15:34 WIB

Pemprov Kaltim Luruskan Isu Anggaran Rp25 Miliar, Renovasi Cakup Sejumlah Fasilitas Pemerintahan

13 April 2026 - 11:25 WIB

Ketua FPK Syaharie Jaang Tegaskan, Damai Itu Indah dan Harus Dijaga

12 April 2026 - 20:22 WIB

Verifikasi Lahan JBH Segmen 6A, Satgas Polda Kaltim Bersama ATR/BPN Turun Langsung ke Lapangan

11 April 2026 - 20:13 WIB

Torang Fagogoru Satukan Sibenpopo dan Banemo

7 April 2026 - 21:03 WIB

Trending di Berita