Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 25 Jul 2025 21:31 WIB ·

Advokat Beberkan Alasan RUU KUHAP Urgen Dirampungkan


 Advokat Beberkan Alasan RUU KUHAP Urgen Dirampungkan Perbesar

JAKARTA – Ratusan advokat dari berbagai organisasi hukum mendatangi Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/7/2025), untuk menyuarakan dukungan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP).

Mereka mendesak Komisi III DPR segera merampungkan pembahasan dan mengesahkan RUU tersebut sebelum KUHP baru diberlakukan pada Januari 2026.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Juniver Girsang, para advokat menekankan urgensi memiliki sistem hukum acara pidana yang lebih modern dan berkeadilan.

“Dengan hormat, kami yang bertandatangan di bawah ini sebagai perwakilan dari Koalisi Organisasi Advokat Pendukung Pengesahan RUU KUHAP, menyatakan sikap dan pandangan bersama terhadap proses pembahasan RUU KUHAP yang saat ini berada pada tahap sinkronisasi dan perumusan di DPR RI,” ujar Juniver.

Koalisi advokat tersebut menyatakan tiga poin penting dalam sikapnya.

Pertama, mereka mendukung penuh kelanjutan proses pembahasan dan pengesahan RUU KUHAP pada tahun 2025.

Kedua, menolak segala bentuk upaya penundaan, pembatalan, atau penghentian pembahasan RUU tersebut yang dinilai tidak berdasar serta bertentangan dengan semangat reformasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

Ketiga, mereka mengapresiasi substansi RUU KUHAP yang dianggap membawa angin segar dalam sistem peradilan pidana Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi advokat dan melindungi hak-hak korban, tersangka, serta terdakwa.

Antara lain: hak advokat mendampingi saksi sejak tahap penyelidikan, hak imunitas advokat dalam menjalankan profesi secara itikad baik, ketentuan yang lebih ketat dalam penangkapan dan penahanan, keadilan restoratif, serta jaminan proses peradilan yang adil atau fair trial,” jelas Juniver.

Lebih lanjut, koalisi advokat mendorong DPR dan pemerintah untuk membuka ruang dialog lebih luas dalam menerima masukan substantif dari publik, termasuk dari kalangan praktisi hukum.

Mereka juga menyerukan agar DPR tidak tunduk pada tekanan dari pihak-pihak tertentu yang mencoba menggagalkan pengesahan RUU KUHAP tanpa dasar akademik maupun konstitusional.

“Koalisi organisasi advokat siap mengawal dan mendukung pengesahan RUU KUHAP secara aktif dan konstruktif sebagai bentuk tanggung jawab profesi dalam memperbaiki sistem peradilan pidana di Indonesia,” tegas Juniver.

Juniver mengklaim pernyataan sikap tersebut mewakili 415 advokat yang hadir dalam aksi tersebut. Sejumlah nama pengacara ternama turut hadir, seperti Hotman Paris, Riwanto Fiartono, Palmer Situmorang, Maqdir Ismail, Enita Adyalaksmita, Trimedya Panjaitan, Siti Jamaliah Lubis, Teguh Samudra, Maria Salikin, hingga Rifai Kusumanegara.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Podcast Moderasi Beragama di Ketapang Dorong Harmoni Jelang Natal dan Tahun Baru

29 November 2025 - 22:39 WIB

Polda Kaltim Dalami Kasus Narkoba Kutai Barat

25 November 2025 - 18:35 WIB

Menhan dan Panglima TNI Tegaskan Sinergi Penguatan Pertahanan di Komisi I DPR

25 November 2025 - 15:00 WIB

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto digelar tertutup di Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025)

Kapolres Kutai Barat Bantah Isu Pelepasan Pelaku Narkoba Usai Video Ketegangan TNI–Polri Beredar

24 November 2025 - 19:51 WIB

Temuan Tambang Ilegal, Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Perizinan

22 November 2025 - 21:29 WIB

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin turun langsung meninjau dua lokasi yang disita Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Rabu (19/11/2025).

Lubang Maut Jadi Momok Baru Warga Balikpapan, Temuan DLH Picu Kekhawatiran Soal Keamanan Permukiman

21 November 2025 - 21:01 WIB

Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayalaksana
Trending di Berita