BALIKPAPAN – Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi salah satu fokus utama Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur dalam misi kemanusiaan pascabencana banjir bandang di Aceh. Personel Brimob Kaltim yang tergabung dalam BKO Polda Aceh dikerahkan untuk membantu membersihkan sekolah dan pesantren yang terdampak.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan di wilayah Lhokseumawe. Personel Brimob diterjunkan langsung ke sejumlah lembaga pendidikan untuk membersihkan lumpur, sampah, serta sisa material bencana yang menutupi ruang belajar dan lingkungan sekolah.
Sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Kaltim terlibat dalam kegiatan tersebut. Komandan Kompi Penugasan AKP Elan Suherlan memimpin langsung jalannya operasi dengan mengoordinasikan personel agar bekerja efektif memulihkan area pendidikan yang rusak.
AKP Elan Suherlan menyampaikan bahwa pembersihan sarana pendidikan harus segera dilakukan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Seluruh personel diarahkan untuk membersihkan ruang kelas, halaman, serta akses masuk sekolah yang sebelumnya tertutup material banjir.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran kegiatan antara lain SDN 12 Dewantara di Jalan Rel Kereta Api, Desa Uteun Gelinggang, serta Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha di jalur Banda Aceh–Medan. Di kedua lokasi tersebut, personel Brimob Kaltim bersama tim gabungan membuka kembali area belajar yang terdampak cukup berat.
Dansat Brimobda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Ia menilai pendidikan merupakan sektor strategis yang tidak boleh terhenti terlalu lama.
“Penugasan ini adalah bentuk bakti Brimob kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran personel benar-benar memberi manfaat nyata, terutama agar anak-anak bisa kembali belajar,” ujar Andy.
Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, empati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai wujud komitmen Polri dalam misi sosial.
Sebelumnya, Polda Kaltim mengerahkan 100 personel Brimob terpilih ke Aceh untuk membantu penanganan dampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa pengerahan tersebut sepenuhnya berorientasi pada misi kemanusiaan.
“Jangan sampai kehadiran kita justru menjadi pemicu gangguan stabilitas,” ujar Endar.
“Selain pemulihan fasilitas pendidikan, personel juga membantu evakuasi, menjaga keamanan, serta memberikan rasa aman dengan pendekatan humanis,” tegas Kapolda Irjen Pol Endar.
















Tinggalkan Balasan