Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Nasional · 19 Mar 2026 10:13 WIB ·

Diskusi Publik Aliansi Balikpapan Menggugat Tekankan Ancaman Pembungkaman Demokrasi


 Diskusi Publik Aliansi Balikpapan Menggugat Tekankan Ancaman Pembungkaman Demokrasi Perbesar

Balikpapan — Aliansi Balikpapan Menggugat yang merupakan gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Balikpapan kembali menyuarakan keprihatinan atas kondisi demokrasi melalui diskusi publik yang digelar di Kantor Bawaslu Kota Balikpapan.

Mengangkat tema “Demokrasi yang Terancam: Mengkritik Upaya Pembungkaman Kekerasan Kebebasan Berpendapat,” kegiatan ini menghadirkan sejumlah pimpinan mahasiswa sebagai narasumber, yakni Muh. Ilham Sabri, Jusliadin, M. Helmy Febrian, Nadriano Ananta, serta M. Yoga.

Diskusi tersebut menjadi momentum konsolidasi mahasiswa dalam merespons kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus, yang dinilai sebagai bentuk nyata ancaman terhadap kebebasan sipil.

Dalam forum itu, M. Yoga menegaskan pentingnya menjaga ruang demokrasi dari tindakan represif.

“Menolak segala bentuk pembungkaman terhadap aktivis dan masyarakat sipil demi terciptanya demokrasi yang transparan. Kami juga menyayangkan perlakuan oknum yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Andrie Yunus, terlebih saat akan mengkritisi UU TNI dan remiliterisasi,” ujarnya.

M. Helmy Febrian menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi.

“Penyiraman air keras yang dialami oleh Andrie Yunus merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kebebasan berpendapat,” tegasnya.

Muh. Ilham Sabri dalam pernyataannya menyoroti pentingnya transparansi dalam proses hukum.

“Kasus Andrie Yunus harus ditindaklanjuti secara transparan dan pelaku harus dihukum sesuai dengan pasal yang berlaku. Jangan sampai kasus serupa berupa pembungkaman dan kekerasan karena berpendapat terjadi di Kota Balikpapan,” katanya.

Ia juga menambahkan, “Meminta Polri untuk mengungkap motif dan aktor intelektual dari kasus penyiraman Andrie Yunus, serta mengusut tuntas secara akuntabel dan transparan.”

Sementara itu, Jusliadin menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab utama dalam menjamin keamanan warganya.

“Negara harus hadir dalam tanggung jawab menjaga keamanan warga negara,” ucapnya.

Aliansi Balikpapan Menggugat dalam sikap resminya menyatakan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan akuntabel.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri terus menjadi sorotan publik karena dugaan keterlibatan aparat negara. Diketahui, korban aktif menyuarakan kritik terhadap isu militerisme, termasuk pembahasan terkait UU TNI dan wacana remiliterisasi.

Perkembangan terbaru mengungkap bahwa empat prajurit TNI yang diduga terlibat telah diamankan dan tengah diperiksa. Mereka merupakan personel aktif Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) dengan latar belakang pangkat berbeda, yakni NPP (Kapten), SL dan BHW (Letnan Satu), serta ES (Sersan Dua) yang berasal dari matra TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Desakan publik pun terus menguat agar penanganan kasus ini dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, termasuk mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi kekerasan tersebut.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Empat Anggota TNI Ditahan, Diduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

KPID Kaltim: Media Penyiaran Berperan Penting Menjaga Demokrasi

16 Maret 2026 - 07:50 WIB

Utamakan Kepentingan Masyarakat, AMPL Bentian Besar dan PT KAS Sepakati Solusi Pengaturan ODOL

11 Maret 2026 - 19:38 WIB

Ditintelkam Polda Kaltim dan Insan Pers Gelar Bukber, Perkuat Kemitraan

8 Maret 2026 - 16:05 WIB

Aksi Damai di Balikpapan Dorong Transparansi dan Pengawasan Program Pemerintah

28 Februari 2026 - 18:04 WIB

Supremasi Hukum Harga Mati! Baladika Kaltim Kawal Kasus hingga Tuntas

27 Februari 2026 - 22:56 WIB

Trending di Berita