Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 4 Okt 2024 11:41 WIB ·

Kabut Menyelimuti Pagi dan Malam, IKN Nusantara Seperti Kota Tersembunyi


 Kabut Menyelimuti Ibu Kota Nusantara (IKN) Perbesar

Kabut Menyelimuti Ibu Kota Nusantara (IKN)

NUSANTARA – Kabut menyelimuti Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (3/10/2024). Tak hanya subuh menjelang fajar menyingsing, kabut juga terlihat pada malam hari. “Bukan asap, apalagi debu konstruksi,” ujar Multimedia Designer PT PP Tbk Galang Sinu Susilo.

Menurut Galang yang merupakan salah satu perancang Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat IKN, sepekan terakhir ini kabut menyelimuti IKN hampir setiap hari, pagi dan malam.

Dia mengibaratkan IKN sebagai kota tersembunyi, hening, minim polusi udara, hanya bunyi peralatan konstruksi bersahutan dengan kicau burung endemik Kalimantan.

Menurut Galang, kabut akan makin menebal bila area hijau dan pohon-pohon yang ditanam di seluruh wilayah pengembangan IKN tumbuh.

“Mungkin kondisinya akan mirip dengan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara,” cetus Galang.

Saat ini, progres pembangunan infrastruktur dasar IKN sudah mencapai angka 93 persen untuk Batch I dan lebih dari 50 persen untuk Batch II.

Pembangunan IKN terbagi menjadi lima tahap sejak dimulai pada 2022 hingga 2045 mendatang, untuk mencapai target sebagai negara maju, sesuai Visi Indonesia Emas.

Dengan penekanan pada identitas nasional, IKN akan mengubah orientasi pembangunan menjadi Indonesia-sentris, serta mempercepat Transformasi Ekonomi Indonesia.

IKN dikelilingi kota-kota mitra Samarinda, dan Balikpapan, di Provinsi Kalimantan Timur.  Jika kelak terbangun seluruhnya, IKN akan bertindak sebagai “syaraf” bagi wilayah pemerintah pusat dengan inovasi hijaunya.

Sementara Samarinda dijadikan ‘jantung’ dengan perannya sebagai pusat sejarah Kalimantan Timur dengan sektor energi terbarukan.

Adapun Balikpapan merupakan ‘otot’, yang berfungsi simpul hilir migas dan logistik untuk Kalimantan Timur.

Sedangkan Provinsi Kalimantan Timur berperan sebagai ‘paru-paru’ dengan memperkuat pertanian hulu dan pusat wisata alam. Kerja sama antara wilayah tersebut akan menjadi pemicu pembangunan Indonesia Timur.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Damai di Balikpapan Dorong Transparansi dan Pengawasan Program Pemerintah

28 Februari 2026 - 18:04 WIB

Supremasi Hukum Harga Mati! Baladika Kaltim Kawal Kasus hingga Tuntas

27 Februari 2026 - 22:56 WIB

Baladika Kaltim Kritik Keras Program MBG dan Soroti Koperasi Merah Putih

27 Februari 2026 - 18:34 WIB

Aksi Humanis Polri, Satbrimob Polda Kaltim Gelar Bakti Sosial dan Bersih Lingkungan Pascabanjir Aceh

23 Februari 2026 - 11:09 WIB

Brimob Kaltim Hadirkan Kepedulian Sosial, Paket Sembako Dibagikan di Sepinggan Raya

23 Februari 2026 - 10:56 WIB

Dukung Mobilitas dan Ekonomi Warga, Brimob Polda Kaltim Benahi Jembatan Desa di Sambaliung

23 Februari 2026 - 10:45 WIB

Trending di Berita