Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Headline · 17 Sep 2026 08:03 WIB ·

Kapolres Bontang Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Muara Badak


 Kapolres Bontang Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Muara Badak Perbesar

BONTANG – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan tim gabungan di kawasan rawa dan lahan gambut Jalan Anyeq Apui, RT 01, Desa Budaya Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026).

Penanganan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Meski kobaran api di permukaan sebagian besar telah berhasil dikendalikan, kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman belum dapat dihentikan sepenuhnya.

Api diketahui masih menyisakan titik panas di bawah permukaan gambut. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena bara yang berada di dalam lapisan gambut berpotensi kembali muncul ke permukaan apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.

Mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan titik api, Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, S.I.K., M.H., CPM., CPLA., turun langsung memimpin penanganan di lokasi.

Tim gabungan yang terdiri atas personel Polres Bontang, Polsek Muara Badak, Koramil, BPBD Kutai Kartanegara, Mubasigana, unsur terkait dan masyarakat bersama-sama melakukan pemadaman serta pendinginan.

Petugas tidak hanya melakukan penyemprotan pada bagian lahan yang terlihat terbakar. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah bagian gambut untuk memastikan tidak ada bara yang masih bertahan di bawah permukaan.

Proses penanganan berlangsung cukup sulit lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan rawa. Titik lahan yang terdampak berada sekitar 500 hingga 800 meter dari akses yang dapat dilalui kendaraan.

Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh area secara langsung. Petugas pun harus menarik selang dan membawa peralatan pemadaman menuju titik-titik yang masih mengeluarkan asap atau memiliki indikasi adanya sumber panas.

Sejumlah peralatan dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman. Tim menggunakan mesin pompa, selang, kendaraan tangki air, vacuum tank berkapasitas 15 ton, serta puluhan pompa manual dan pompa gendong milik masyarakat.

Keterlibatan masyarakat turut membantu petugas menjangkau bagian lahan yang berada jauh dari akses kendaraan. Dengan peralatan yang tersedia, penyiraman dilakukan secara bertahap hingga ke area yang sulit dijangkau.

Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu mengatakan penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan perhatian lebih karena sumber api tidak selalu terlihat dari permukaan.

“Kita tidak boleh hanya melihat api yang tampak di permukaan. Pada lahan gambut, sumber api bisa bertahan di bawah dan sewaktu-waktu kembali muncul. Karena itu, kita pastikan pemadaman dan pendinginan dilakukan sampai benar-benar aman,” tegas Kapolres.

Menurut dia, proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan gambut. Petugas perlu memastikan bagian lahan yang sebelumnya terbakar telah cukup basah sehingga potensi munculnya kembali titik api dapat ditekan.

Hingga pukul 16.00 Wita, sebagian besar area yang terdampak kebakaran berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan. Tim gabungan tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya terbakar untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Namun, satu titik api masih terdeteksi berada di bawah permukaan gambut. Lokasi tersebut berada di tengah rawa dengan medan yang cukup sulit sehingga belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Petugas kemudian melanjutkan upaya penanganan dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Proses dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel yang berada di lokasi.

Kapolres memastikan penanganan tidak akan berhenti hanya karena kobaran api di permukaan telah berkurang. Tim gabungan akan terus melakukan pemadaman dan pendinginan hingga sumber api yang berada di bawah permukaan dapat dikendalikan.

Selain penanganan teknis, masyarakat di sekitar lokasi juga diingatkan untuk ikut menjaga kawasan dari potensi kebakaran. Kewaspadaan dinilai penting, terutama terhadap aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan rawa dan lahan gambut.

Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, unsur penanggulangan bencana, pihak terkait dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla. Respons cepat terhadap laporan warga juga diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Penanganan di Jalan Anyeq Apui tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan aparat bersama masyarakat dalam menghadapi karhutla, khususnya pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut dan sulit dijangkau kendaraan.

Dengan masih adanya titik api di bawah permukaan, pemantauan dan proses pendinginan akan tetap dilanjutkan sampai kondisi dinyatakan aman. Masyarakat pun diharapkan segera melaporkan apabila kembali menemukan asap maupun tanda-tanda kebakaran di sekitar kawasan tersebut.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PP KMHDI Desak Pemerintah Evaluasi Distribusi BBM di Sejumlah Wilayah Indonesia

17 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Patroli Brimob Pantau Hotspot di Pulau Rantau, Antisipasi Karhutla di Paser

20 September 2026 - 04:19 WIB

Trending di Headline