Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 4 Jun 2024 16:37 WIB ·

Para Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat PPU Komitmen Dukungan Pembangunan IKN


 Para Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat PPU Komitmen Dukungan Pembangunan IKN Perbesar

NUSANTARA – Tokoh Adat Paser di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mencabut pernyataan kekecewaan mereka terhadap panitia peresmian Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Mentawir, yang mereka rasa tidak menghargai sebagai tamu undangan.

Permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah yang dihadiri oleh perwakilan Tokoh Adat Paser, Direktur Intelijen Keamanan (Dir Intelkam) Polda Kaltim Kombes Pol Agus Sutrisno S.Ik, dan pihak panitia acara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Dalam musyawarah tersebut, Sahdan, salah satu Tokoh Adat Paser, menjelaskan bahwa mereka sempat merasa tidak dihargai oleh panitia. Namun, setelah mendapatkan penjelasan, mereka memahami situasi dan permasalahan tersebut sudah selesai.

“Kami sempat membuat ungkapan dan meluapkan ucapan yang mengecewakan, namun dalam kesepakatan ini kami menegaskan dan menyatakan bahwa kami para Ketua Adat dan para tokoh Adat Paser Kecamatan Sepaku menyatakan dengan ini telah mencabut pernyataan kami tersebut serta tidak ada lagi permasalahan di antara kita,” ungkap Sahdan.

Ketua Forum Kesepakatan Masyarakat Sepaku (FKMS) H. Supian Nur menambahkan bahwa mereka selalu berupaya menjaga situasi agar tetap kondusif dan mendukung pembangunan IKN. Dia berharap agar Masyarakat Adat dan tokoh-tokoh lokal dilibatkan dalam pembangunan IKN sesuai dengan kemampuan mereka.

Supian Nur juga berharap setiap kegiatan kenegaraan atau kegiatan pemerintah agar menonjolkan kearifan lokal seperti menampilkan tarian adat Paser.”Kami berharap agar dalam setiap acara pemerintah agar memperhatikan kearifan lokal, seperti menampilkan tari-tarian Adat Paser, tidak selalu mengundang kesenian atau tokoh dari luar yang notebene perlu banyak biaya,” pintanya

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Polres Kutim dan Petani, Eks Tambang Batu Bara Disiapkan Jadi Lumbung Jagung

4 Januari 2026 - 19:13 WIB

Doa Bersama Akhir Tahun di Bontang, Wali Kota Ajak Masyarakat Buka Lembaran Baru dan Berbenah Menuju 2026

1 Januari 2026 - 03:06 WIB

Jelang Pergantian Tahun, Gereja Katolik Kutai Barat Gelar Misa dan Doa Kemanusiaan

1 Januari 2026 - 02:32 WIB

Refleksi Akhir Tahun di Balikpapan, Dzikir dan Doa Bersama Panjatkan Harapan untuk Negeri

1 Januari 2026 - 01:44 WIB

Ribuan Masyarakat Samarinda Ikuti Doa Bersama Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2026

1 Januari 2026 - 01:18 WIB

Malam Pergantian Tahun di Kukar Diisi Doa Bersama dan Kepedulian Sosial

1 Januari 2026 - 01:10 WIB

Trending di Berita