Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 15 Jul 2024 11:33 WIB ·

Perkuat Silaturahmi, Kasmidi Bulang Gelar Pentas Budaya Jawa


 Kasmidi Bulang Gelar Pentas Budaya Jawa Perbesar

Kasmidi Bulang Gelar Pentas Budaya Jawa

SANGATTA – Pentas Budaya Seni Jawa berupa Wayang Kulit Lakon Semar Mbangun Kayangan, serta kesenian Reog dan Campur Sari, disuguhkan bagi masyarakat Jawa di Kutai Timur (Kutim). Acara ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah atau Suroan. Pentas Budaya Seni Jawa ini digelar di kediaman Wakil Bupati Kasmidi Bulang, di Jalan Poros Sangatta-Bontang, Patung Burung Sangatta, selama dua hari pada 12-13 Juli 2024.

Dalam sambutannya pada Jumat (12/7/2024), Kasmidi menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah melestarikan budaya, termasuk warga Jawa yang berdomisili di Kutim.”Acara ini bukanlah ajang untuk mencari keuntungan politik, melainkan sebagai bentuk silaturahmi dengan warga Jawa yang ada di Kutim. Alhamdulillah, ini bukan lagi aji mumpung atau cari keuntungan karena mau ada pagelaran politik, tapi karena memang saya sudah lama mencari pola ini,” jelas Kasmidi.

Kasmidi menambahkan bahwa dirinya lahir dari ibu yang berasal dari Mojokerto, sehingga memiliki darah Jawa. “Saya lahir dari ibu saya yang orang Jawa dari Mojokerto, sedikit banyaknya separuh darah saya ini ada Jawanya. Jadi, tidak usah dikhawatirkan,” tambahnya.

Lokasi acara yang dilaksanakan di kediamannya, menurut Kasmidi, dipilih setelah mempertimbangkan cuaca yang kurang memungkinkan untuk acara di luar ruangan. “Kemarin bapak-bapak termasuk pak dalang dan pengurus yang akan melakukan kegiatan ini menyampaikan ingin membuat acara suro di folder. Namun, cuaca tidak memungkinkan, jadi kita putuskan untuk mengadakan acara di sini. Walaupun hujan, kita tidak terlalu kena basah, dan terik matahari tidak terlalu panas,” bebernya.

Lebih lanjut, Kasmidi mengundang seluruh warga untuk berdiskusi lebih lanjut di rumahnya dan berkomitmen untuk mendukung kegiatan budaya Jawa di Kutai Timur. “Rumah saya ini terbuka untuk kita semua. Setelah ini, kita bisa berdiskusi terus. Ada rencana sore nanti habis magrib kita ketemu tokoh Jawa. Bapak ibu mungkin ada unek-unek yang selama ini mau disampaikan silakan aja disampaikan karena memang momen itu saya minta,” tutur Kasmidi.

“Silaturahmi yang mau kita bangun dengan adanya Pentas Budaya Seni Jawa,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Polres Kutim dan Petani, Eks Tambang Batu Bara Disiapkan Jadi Lumbung Jagung

4 Januari 2026 - 19:13 WIB

Doa Bersama Akhir Tahun di Bontang, Wali Kota Ajak Masyarakat Buka Lembaran Baru dan Berbenah Menuju 2026

1 Januari 2026 - 03:06 WIB

Jelang Pergantian Tahun, Gereja Katolik Kutai Barat Gelar Misa dan Doa Kemanusiaan

1 Januari 2026 - 02:32 WIB

Refleksi Akhir Tahun di Balikpapan, Dzikir dan Doa Bersama Panjatkan Harapan untuk Negeri

1 Januari 2026 - 01:44 WIB

Ribuan Masyarakat Samarinda Ikuti Doa Bersama Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2026

1 Januari 2026 - 01:18 WIB

Malam Pergantian Tahun di Kukar Diisi Doa Bersama dan Kepedulian Sosial

1 Januari 2026 - 01:10 WIB

Trending di Berita