Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 26 Apr 2025 10:34 WIB ·

Kahutindo Kaltim Serukan May Day Aman dan Damai, Tolak Aksi Provokatif


 Kahutindo Kaltim Serukan May Day Aman dan Damai, Tolak Aksi Provokatif Perbesar

SAMARINDA – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2025, Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Perhutanan Indonesia (FSP Kahutindo) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk menggelar kegiatan yang bersifat positif, bukan aksi turun ke jalan.

Ketua DPD FSP Kahutindo Kaltim, Sukarjo, menyampaikan hal tersebut usai melakukan audiensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Dalam audiensi itu, Sukarjo menyampaikan aspirasi buruh sekaligus rencana kegiatan May Day tahun ini.

“Kita sudah bertemu dengan Gubernur dan Wagub Kaltim, untuk menyampaikan aspirasi dan tujuan kita dalam May Day nanti. Kita maknai hari buruh ini dengan kegiatan yang positif, karena aspirasi para buruh juga sudah disampaikan ke Gubernur dan Wagub,” jelas Sukarjo pada, Jumat (25/4/2025).

Alih-alih demonstrasi, kegiatan yang direncanakan pada May Day tahun ini antara lain jalan sehat, bakti sosial, donor darah, pemeriksaan kesehatan, hingga panggung hiburan. Kahutindo juga akan bersinergi dengan Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) Kaltim dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kita sepakat gelar kegiatan positif. Jadi kalau nanti di daerah ada yang menggelar aksi massa atau demonstrasi bahkan mencatut nama saya, maka tentu saja itu melanggar apa yang sudah kita sepakati,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh elemen buruh dan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kaltim.

Dalam kesempatan yang sama, Sukarjo juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Ketenagakerjaan untuk memperkuat pengawasan terhadap praktik ketenagakerjaan yang dinilai masih banyak bermasalah.

“Ini juga sudah disetujui oleh Gubernur dan Wagub Kaltim. Dan nantinya akan di-SK-kan. Satgas ini dapat memperkuat fungsi pengawasan terhadap praktik ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan beberapa persoalan yang masih dikeluhkan buruh di lapangan, seperti pelanggaran terhadap pembayaran upah minimum dan penggunaan tenaga outsourcing secara berlebihan.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FPK Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Daerah: “Kaltim Rumah Kita Bersama”

19 Mei 2026 - 13:18 WIB

Ketua PCNU Kubar: Sampaikan Aspirasi dengan Santun dan Bermartabat

16 Mei 2026 - 12:07 WIB

May Day 2026, Disnaker Kaltim Fasilitasi Aspirasi Buruh Lewat Dialog Tanpa Demonstrasi

30 April 2026 - 18:15 WIB

Anev Polda Kaltim Bahas Pengamanan May Day hingga Ketahanan Pangan

28 April 2026 - 12:53 WIB

Syaharie Jaang Apresiasi Aksi Damai, Polda Kaltim Dinilai Humanis Kawal Aspirasi

22 April 2026 - 08:21 WIB

Ketua Mafindo Samarinda Ingatkan Bahaya Hoaks, Masyarakat Diminta Lebih Kritis

19 April 2026 - 13:26 WIB

Trending di Berita