SAMARINDA – Dukungan terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi kembali disampaikan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, apresiasi datang dari Demisioner Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Samarinda, Nikolaus Yeblo.
Menurut Nikolaus, komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mendukung aparat penegak hukum, khususnya Polri, menjadi sinyal positif bagi upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Ia menilai praktik korupsi masih menjadi persoalan serius yang menghambat pembangunan nasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara dari sisi kerugian keuangan, tetapi juga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Karena itu, Nikolaus berpandangan bahwa sinergi antara pemerintah dan aparat penegak hukum perlu terus diperkuat agar pemberantasan korupsi berjalan secara optimal dan berkesinambungan.
“Korupsi adalah musuh kita bersama. Karena itu, saya mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung Polri untuk memberantas korupsi di Indonesia. Langkah ini merupakan harapan besar bagi masyarakat agar penegakan hukum berjalan secara tegas dan berkeadilan,” ujar Nikolaus.
Selain memberikan apresiasi kepada Presiden, Nikolaus juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang terus melakukan pengungkapan terhadap berbagai dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah daerah.
Menurutnya, keberanian aparat dalam memproses setiap perkara korupsi menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum masih berjalan secara konsisten demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Kami berharap pemberantasan korupsi dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi terciptanya keadilan dan meningkatnya kepercayaan publik,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Nikolaus mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut memperkuat budaya antikorupsi melalui penerapan nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Perlawanan terhadap korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Dengan kebersamaan, saya yakin Indonesia dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,” pungkasnya.
















Tinggalkan Balasan