Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 29 Nov 2025 22:39 WIB ·

Podcast Moderasi Beragama di Ketapang Dorong Harmoni Jelang Natal dan Tahun Baru


 Podcast Moderasi Beragama di Ketapang Dorong Harmoni Jelang Natal dan Tahun Baru Perbesar

KETAPANG –Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, upaya menjaga suasana kondusif di Kabupaten Ketapang kembali diperkuat melalui sebuah podcast bertema toleransi dan moderasi beragama.

Kegiatan yang diselenggarakan di Studio Medik TV, Jalan Sunan Kalijaga, Benua Kayong, Jumat (28/11/2025) malam menjadi ruang dialog terbuka untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang hidup rukun dalam keberagaman.

Podcast menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Ustad Faisol Maksum, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu oleh Ustad Hayadi Ridho’ie yang memandu jalannya dialog secara interaktif.

Dalam penyampaiannya, Ustad Faisol menegaskan bahwa menjaga suasana damai bukan hanya kewajiban aparat atau tokoh agama, tetapi peran kolektif seluruh warga Ketapang. Ia menilai, momentum hari besar keagamaan sering menjadi titik sensitif yang harus diantisipasi bersama.

“Moderasi beragama bukan hanya jargon, tetapi sikap sehari-hari yang harus diwujudkan dalam tindakan. Ketapang harus menjadi contoh daerah yang damai dan menghargai perbedaan,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan bahwa nilai toleransi tidak boleh berhenti pada seruan, tetapi harus diterjemahkan menjadi perilaku saling menghormati dalam kehidupan sosial.

Selama berlangsung, diskusi berkembang dalam suasana produktif. Berbagai pandangan muncul mengenai pentingnya kolaborasi antara tokoh agama, aparat keamanan, dan masyarakat untuk mencegah potensi gesekan sosial.

Moderator Ustad Hayadi Ridho’ie juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan di level masyarakat agar nilai toleransi dapat semakin mengakar. Menurutnya, semakin sering ruang dialog dibuka, semakin kecil potensi kesalahpahaman antarumat beragama.

Menjelang akhir acara, podcast merumuskan satu poin penting dibutuhkan sinergi yang lebih erat antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat perdamaian di Ketapang. Peran aktif para pemuka agama dinilai vital untuk menjaga stabilitas sosial pada momen perayaan akhir tahun.

Kegiatan kemudian ditutup dengan seruan bersama agar Ketapang terus menjadi daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keharmonisan, dan saling menghargai antarumat beragama.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Damai di Balikpapan Dorong Transparansi dan Pengawasan Program Pemerintah

28 Februari 2026 - 18:04 WIB

Supremasi Hukum Harga Mati! Baladika Kaltim Kawal Kasus hingga Tuntas

27 Februari 2026 - 22:56 WIB

Baladika Kaltim Kritik Keras Program MBG dan Soroti Koperasi Merah Putih

27 Februari 2026 - 18:34 WIB

Aksi Humanis Polri, Satbrimob Polda Kaltim Gelar Bakti Sosial dan Bersih Lingkungan Pascabanjir Aceh

23 Februari 2026 - 11:09 WIB

Brimob Kaltim Hadirkan Kepedulian Sosial, Paket Sembako Dibagikan di Sepinggan Raya

23 Februari 2026 - 10:56 WIB

Dukung Mobilitas dan Ekonomi Warga, Brimob Polda Kaltim Benahi Jembatan Desa di Sambaliung

23 Februari 2026 - 10:45 WIB

Trending di Berita