Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 29 Jan 2026 10:59 WIB ·

Syamsuddin Salim: Rantai Komando Langsung Presiden Kunci Stabilitas Keamanan


 Syamsuddin Salim: Rantai Komando Langsung Presiden Kunci Stabilitas Keamanan Perbesar

Samarinda – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gagak Bersatu Nusantara, Syamsuddin Salim, menyatakan dukungan penuh terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada di bawah komando langsung Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, struktur tersebut sangat penting demi mempercepat pengambilan kebijakan strategis, khususnya dalam menghadapi dinamika keamanan nasional.

Dalam keterangannya kepada awak media, Syamsuddin Salim menegaskan bahwa keberadaan Polri di bawah Presiden merupakan pilihan yang tepat dan rasional dalam sistem pemerintahan presidensial, sekaligus sejalan dengan kepentingan efektivitas negara.

“Polri di bawah Presiden memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, tegas, dan terkoordinasi. Ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban nasional,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, maka akan muncul rantai birokrasi yang panjang dan berpotensi menghambat respon cepat negara dalam menghadapi situasi darurat, konflik sosial, maupun ancaman keamanan lainnya.

“Keamanan tidak bisa menunggu proses birokrasi yang berlapis. Negara membutuhkan sistem komando yang jelas dan langsung agar kebijakan bisa dieksekusi dengan cepat dan tepat,” tegas Syamsuddin.

Syamsuddin Salim juga menilai bahwa komando langsung Presiden justru memperkuat koordinasi lintas sektor, karena Presiden memiliki kewenangan penuh untuk mengintegrasikan kebijakan keamanan dengan kebijakan nasional lainnya.

“Dengan Presiden sebagai panglima kebijakan tertinggi, Polri dapat bergerak selaras dengan agenda nasional tanpa hambatan sektoral,” tambahnya.

Lebih lanjut, DPP Gagak Bersatu Nusantara mendukung reformasi Polri yang berkelanjutan, dengan penekanan pada peningkatan profesionalisme, integritas, serta kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi tantangan zaman.

“Reformasi Polri harus diarahkan untuk memperkuat institusi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Polri yang kuat dan responsif adalah kunci kehadiran negara di tengah rakyat,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Syamsuddin Salim menegaskan bahwa Polri harus tetap menjadi alat negara yang profesional dan efektif, dengan struktur yang mendukung kecepatan pengambilan kebijakan di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.

“Demi kepentingan bangsa dan negara, Polri harus tetap di bawah Presiden agar negara bisa bergerak cepat, sigap, dan terukur dalam menjaga keamanan nasional,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tokoh PGI dan API Kukar Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan, Kaltim Harus Tetap Damai

16 April 2026 - 16:11 WIB

Tokoh Dayak Kaltim Serukan Jaga Kondusivitas, Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Aman dan Tertib

16 April 2026 - 15:34 WIB

Abdulloh Pilih Jalur Damai, Ingatkan Pentingnya Kondusivitas Kaltim Jelang Aksi 21 April

14 April 2026 - 15:19 WIB

Alasan di Balik Rapat Kaltim di Jakarta, Sekda Angkat Bicara

13 April 2026 - 13:44 WIB

Pemprov Kaltim Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Meski Bantuan BPJS Disesuaikan

13 April 2026 - 12:48 WIB

Pemprov Kaltim Luruskan Isu Anggaran Rp25 Miliar, Renovasi Cakup Sejumlah Fasilitas Pemerintahan

13 April 2026 - 11:25 WIB

Trending di Nasional