Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 12 Apr 2026 20:22 WIB ·

Ketua FPK Syaharie Jaang Tegaskan, Damai Itu Indah dan Harus Dijaga


 Ketua FPK Syaharie Jaang Tegaskan, Damai Itu Indah dan Harus Dijaga Perbesar

SAMARINDA – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalimantan Timur kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan dan keharmonisan daerah. Ajakan ini disampaikan sebagai upaya menjaga stabilitas di tengah berbagai dinamika sosial yang terus berkembang.

Kalimantan Timur yang dikenal sebagai daerah multikultural dinilai memiliki kekuatan besar dalam persatuan. Namun, kondisi tersebut tetap membutuhkan kesadaran kolektif agar tidak tergerus oleh perbedaan yang berpotensi menimbulkan gesekan.

Ketua FPK Kaltim, Syaharie Jaang, menegaskan bahwa kedamaian bukanlah sesuatu yang hadir dengan sendirinya, melainkan hasil dari komitmen bersama seluruh masyarakat.

“Ia dirawat, dijaga, dan diperjuangkan dari perbedaan suku, ragam budaya, dan banyak kepentingan. Namun kita tetap disatukan oleh satu tujuan, yaitu Kaltim yang damai,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga situasi tetap kondusif merupakan tanggung jawab bersama, termasuk dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka di ruang publik.

Ia menyampaikan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu dijamin undang-undang. Tapi seperti halnya di jalan raya, ada rambu yang harus dipatuhi. Tidak boleh ugal-ugalan, tidak boleh merusak, dan tidak boleh anarkis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik yang muncul dapat berdampak luas dan sulit dikendalikan jika tidak dicegah sejak awal.

“Sekali api konflik menyala, memadamkannya tidak mudah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris FPK Kaltim, Achmad Jubaidi, mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi perbedaan.

“Mari hindari provokasi dan tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas. Kedepankan cara-cara yang damai dan bermartabat,” ujarnya.

FPK Kaltim menilai bahwa dampak dari konflik sosial tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan masyarakat dalam jangka panjang, terutama bagi kelompok rentan.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga Kalimantan Timur sebagai rumah bersama yang damai, dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati.

Kedamaian menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan. Tanpa itu, berbagai kemajuan yang telah dicapai akan sulit dipertahankan.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FPK Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Daerah: “Kaltim Rumah Kita Bersama”

19 Mei 2026 - 13:18 WIB

Ketua PCNU Kubar: Sampaikan Aspirasi dengan Santun dan Bermartabat

16 Mei 2026 - 12:07 WIB

May Day 2026, Disnaker Kaltim Fasilitasi Aspirasi Buruh Lewat Dialog Tanpa Demonstrasi

30 April 2026 - 18:15 WIB

Anev Polda Kaltim Bahas Pengamanan May Day hingga Ketahanan Pangan

28 April 2026 - 12:53 WIB

Syaharie Jaang Apresiasi Aksi Damai, Polda Kaltim Dinilai Humanis Kawal Aspirasi

22 April 2026 - 08:21 WIB

Ketua Mafindo Samarinda Ingatkan Bahaya Hoaks, Masyarakat Diminta Lebih Kritis

19 April 2026 - 13:26 WIB

Trending di Berita