Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 14 Okt 2026 20:50 WIB ·

Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi


 Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi Perbesar

Penajam Paser Utara – Panglima Kesultanan Paser Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Aji Mulyadi, mengajak seluruh tokoh masyarakat adat Kalimantan dan tokoh masyarakat adat yang berada di wilayah Kabupaten PPU untuk terus memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan pihak-pihak yang diduga membawa kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan masyarakat adat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah Kabupaten PPU yang menjadi salah satu kawasan strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Aji Mulyadi menegaskan bahwa keberadaan masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan, kerukunan, dan keharmonisan antarsuku. Oleh karena itu, seluruh tokoh adat diharapkan dapat mengedepankan komunikasi, musyawarah, serta kebersamaan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Saya mengajak seluruh tokoh masyarakat adat Kalimantan, khususnya yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, untuk tetap bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan pihak-pihak yang membawa kepentingan pribadi. Jangan sampai persatuan masyarakat adat yang selama ini terjaga justru terpecah akibat kepentingan segelintir oknum,” ujar Aji Mulyadi.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan identitas maupun simbol-simbol adat sebagai sarana untuk memprovokasi, mengadu domba, ataupun menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap persoalan yang muncul, termasuk yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat adat di kawasan IKN, hendaknya diselesaikan melalui jalur komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Jangan mudah terpengaruh oleh provokasi maupun ajakan yang belum jelas tujuan dan kepentingannya. Sebab, apabila kita terpecah belah, yang akan merasakan kerugiannya adalah kita sendiri sebagai masyarakat adat yang hidup dan berada di wilayah IKN,” tegasnya.

Aji Mulyadi juga mengajak seluruh lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan elemen masyarakat lainnya untuk membangun komunikasi yang baik serta memperkuat solidaritas dalam menjaga situasi Kabupaten PPU agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan maupun kepentingan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menciptakan permusuhan atau merusak hubungan persaudaraan yang telah terjalin antarmasyarakat adat.

Selain itu, masyarakat adat diharapkan dapat bersikap bijaksana dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sensitif di kawasan IKN. Setiap informasi perlu dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik sosial.

“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan seluruh tokoh masyarakat adat yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Jangan sampai ada oknum yang memecah belah persaudaraan kita. Adat harus menjadi pemersatu, bukan dijadikan alat untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu,” pesannya.

Di akhir penyampaiannya, Aji Mulyadi berharap seluruh masyarakat adat Kalimantan, khususnya di Kabupaten PPU, dapat terus menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, menghormati keberagaman, serta mengutamakan kepentingan bersama dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan di kawasan IKN.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga tanah adat, kehormatan, dan martabat masyarakat adat melalui persatuan dan kebersamaan. Mari kita ciptakan Kabupaten Penajam Paser Utara yang aman, harmonis, dan kondusif demi masa depan masyarakat adat serta generasi penerus kita,” pungkasnya.

Melalui imbauan tersebut, diharapkan seluruh elemen masyarakat adat dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan, menghindari tindakan provokatif, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan kawasan Ibu Kota Nusantara.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LPAP PPU Tegaskan Tindakan Provokatif Bukan Representasi Masyarakat Adat Paser

14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Ketua Majelis Adat Paser PPU Bahrani Imbau Masyarakat Kedepankan Musyawarah, Jangan Bawa Persoalan Pribadi ke Ranah Adat

14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Warga Tinggalkan Bukit Soeharto Secara Sukarela Usai Mediasi dengan OIKN

27 September 2026 - 18:19 WIB

Gerak Cepat Polsek Samboja dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Bukit Merdeka

23 September 2026 - 10:12 WIB

Karhutla Lahan Tiga Hektare di Muara Kuaro Paser Padam Berkat Kolaborasi TNI-Polri dan Masyarakat

18 September 2026 - 10:40 WIB

Kapolda Kaltim Perkuat Deteksi Dini dan Respons Cepat untuk Cegah Karhutla Meluas

16 September 2026 - 08:12 WIB

Trending di Berita