Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 28 Jul 2026 18:23 WIB ·

Aksi Damai AKAL SEHAT di Kejati Kaltim, Soroti Transparansi Penegakan Hukum


 Aksi Damai AKAL SEHAT di Kejati Kaltim, Soroti Transparansi Penegakan Hukum Perbesar

Samarinda – Kelompok AKAL SEHAT (Aliansi Rakyat Kaltim Sejahtera Anti Tipikor) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur, Selasa (28/7/2026) sore. Massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum yang mereka nilai harus dilakukan secara adil, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Setibanya di lokasi, massa membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan serta kritik terhadap proses penegakan hukum. Aksi berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian di depan pintu masuk Kantor Kejati Kaltim.

Koordinator Lapangan aksi, Andro Parades, mengatakan pihaknya hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang menginginkan supremasi hukum ditegakkan tanpa adanya perlakuan berbeda terhadap siapa pun.

“Hari ini kami hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang menginginkan tegaknya keadilan dan supremasi hukum. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum, dan tidak boleh ada perlakuan yang berbeda di hadapan hukum,” ujar Andro dalam orasinya.

Dalam kesempatan tersebut, massa juga mendesak agar dugaan kematian Sutrimo, Kepala Rumah Tangga di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), diusut secara menyeluruh, profesional, dan transparan.

“Apabila terdapat dugaan tindak pidana atau pelanggaran hukum, maka prosesnya harus dilakukan secara terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.

Selain itu, AKAL SEHAT mempertanyakan dugaan adanya perlakuan yang tidak setara dalam penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah. Massa menilai penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten tanpa memberikan perlakuan istimewa kepada pihak tertentu.

“Penegakan hukum harus dilaksanakan secara adil, konsisten, dan tanpa tebang pilih. Kami meminta Kejaksaan bertindak profesional, independen, dan berani menegakkan hukum, jangan sampai ada pihak yang dilindungi oleh oknum di internalnya sendiri,” tegas Andro.

Menanggapi aksi tersebut, perwakilan Kejati Kalimantan Timur menemui massa. Hadir dalam pertemuan itu Asisten Pemulihan Aset Muchsin, Asisten Pengawasan Heru Widjatmiko, Kasi I Bidang Intelijen Suhardi, serta Kasi III Bidang Intelijen Alfano Arif Hartono.

Mewakili Kejati Kaltim, Suhardi, Kasi I Bidang Intelijen, menyampaikan bahwa pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan para demonstran, namun kewenangan untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut berada di tingkat Kejaksaan Agung.

“Kami sepakat dengan aspirasi yang telah disampaikan oleh rekan-rekan pada hari ini. Namun, kami tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan terkait tuntutan tersebut,” kata Suhardi di hadapan massa

Ia memastikan seluruh aspirasi yang diterima akan diteruskan kepada pimpinan di Kejaksaan Agung.

“Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami teruskan dan sampaikan kepada Kejaksaan Agung untuk menjadi perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangannya,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, AKAL SEHAT menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mengusut tuntas dugaan kematian Sutrimo di rumah dinas eks Jampidsus, mengusut dugaan perlakuan tebang pilih terhadap eks Jampidsus dalam penegakan hukum, serta meminta proses hukum terhadap perkara tersebut dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi

14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LPAP PPU Tegaskan Tindakan Provokatif Bukan Representasi Masyarakat Adat Paser

14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Ketua Majelis Adat Paser PPU Bahrani Imbau Masyarakat Kedepankan Musyawarah, Jangan Bawa Persoalan Pribadi ke Ranah Adat

14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Warga Tinggalkan Bukit Soeharto Secara Sukarela Usai Mediasi dengan OIKN

27 September 2026 - 18:19 WIB

Gerak Cepat Polsek Samboja dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Bukit Merdeka

23 September 2026 - 10:12 WIB

Karhutla Lahan Tiga Hektare di Muara Kuaro Paser Padam Berkat Kolaborasi TNI-Polri dan Masyarakat

18 September 2026 - 10:40 WIB

Trending di Berita