Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 13 Apr 2026 13:44 WIB ·

Alasan di Balik Rapat Kaltim di Jakarta, Sekda Angkat Bicara


 Alasan di Balik Rapat Kaltim di Jakarta, Sekda Angkat Bicara Perbesar

SAMARINDA – Pelaksanaan rapat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama DPRD Kaltim terkait program tahun 2026 di Jakarta pada Rabu (8/4/2026) terus menuai polemik. Sejumlah anggota DPRD Kaltim menyampaikan keberatan atas pemindahan lokasi rapat yang semula direncanakan berlangsung di Samarinda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Dra. Sri Wahyuni, M.PP, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil bukan tanpa pertimbangan. Ia menyebut, rapat tersebut pada awalnya memang telah dijadwalkan untuk digelar di Samarinda sebagai bagian dari koordinasi rutin antara legislatif dan eksekutif.

“Sebenernya rapat tersebut telah dijadwalkan di Samarinda. Atas usulan legislatif, setiap bulan kita akan melakukan rapat koordinasi antara legislatif dan eksekutif untuk membahas isu-isu strategis di daerah,” ujarnya.

Namun, pada waktu yang sama, Gubernur Kalimantan Timur memiliki agenda penting di Jakarta, yakni menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI terkait penataan aset TNI. Selain itu, gubernur juga mengikuti rapat koordinasi kerja sama pengelolaan sampah bersama Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Sri Wahyuni, kehadiran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendampingi gubernur di Jakarta menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. Hal ini dilakukan agar pembahasan tetap berjalan efektif tanpa harus menunggu penjadwalan ulang.

“Kenapa dilaksanakan di Jakarta karena pada saat itu sejumlah OPD ikut mendampingi gubernur. Jika rakor ditunda, maka ada substansi penting yang ikut tertunda,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika rapat tersebut ditunda, maka akan berdampak pada tahapan perencanaan pembangunan daerah. Pasalnya, agenda pembahasan isu strategis harus segera diselesaikan sebelum masuk ke tahap penginputan aspirasi masyarakat ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Jika pembahasan isu strategis ditunda, minggu depannya lagi tidak bisa karena kita sudah mulai menginput aspirasi masyarakat untuk dimasukkan ke Rencana Kerja Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemprov Kaltim dalam waktu dekat juga akan melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang direncanakan pada 30 April 2026. Agenda tersebut menjadi krusial dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

“Dalam minggu ini kita akan melakukan musrenbang, rencananya pada 30 April. Jika rapat tersebut ditunda maka akan semakin pendek waktu penginputan aspirasi tersebut,” pungkasnya.

Pemprov Kaltim memastikan bahwa langkah pemindahan lokasi rapat ke Jakarta dilakukan demi menjaga kesinambungan tahapan perencanaan, meski di tengah adanya kritik dan penolakan dari sebagian anggota DPRD Kaltim.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tokoh PGI dan API Kukar Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan, Kaltim Harus Tetap Damai

16 April 2026 - 16:11 WIB

Tokoh Dayak Kaltim Serukan Jaga Kondusivitas, Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Aman dan Tertib

16 April 2026 - 15:34 WIB

Abdulloh Pilih Jalur Damai, Ingatkan Pentingnya Kondusivitas Kaltim Jelang Aksi 21 April

14 April 2026 - 15:19 WIB

Pemprov Kaltim Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Meski Bantuan BPJS Disesuaikan

13 April 2026 - 12:48 WIB

Ketua FPK Syaharie Jaang Tegaskan, Damai Itu Indah dan Harus Dijaga

12 April 2026 - 20:22 WIB

Verifikasi Lahan JBH Segmen 6A, Satgas Polda Kaltim Bersama ATR/BPN Turun Langsung ke Lapangan

11 April 2026 - 20:13 WIB

Trending di Berita