Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 30 Jan 2026 12:29 WIB ·

GM FKPPI Kaltim Dorong Penguatan Polri Tanpa Ubah Posisi Kelembagaan


 GM FKPPI Kaltim Dorong Penguatan Polri Tanpa Ubah Posisi Kelembagaan Perbesar

Samarinda — Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri Kalimantan Timur, Bastian, menyatakan sependapat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama DPR RI Komisi III beberapa hari lalu.

Bastian menegaskan bahwa secara konstitusional dan yuridis, Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia, bukan di bawah kementerian tertentu sebagaimana sempat menjadi wacana dalam ruang publik.

Menurutnya, posisi Polri di bawah Presiden merupakan amanat Undang Undang dan bagian dari sistem ketatanegaraan yang harus dijaga agar fungsi kepolisian tetap profesional, independen, dan tidak terseret kepentingan sektoral.

“Pernyataan Kapolri sudah tepat dan sejalan dengan konstitusi. Polri berada langsung di bawah Presiden untuk memastikan stabilitas keamanan nasional, penegakan hukum yang adil, serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujar Bastian.

Ia menilai, upaya menarik Polri ke bawah kementerian justru berpotensi melemahkan independensi institusi kepolisian serta menimbulkan tumpang tindih kewenangan dalam sistem pemerintahan.

GM FKPPI Kalimantan Timur, lanjut Bastian, mendukung penuh penguatan institusi Polri melalui reformasi internal, peningkatan profesionalisme, dan penegakan hukum yang berkeadilan, tanpa harus mengubah posisi struktural yang telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang undangan.

“Yang dibutuhkan Polri saat ini bukan perubahan posisi kelembagaan, melainkan penguatan integritas, transparansi, dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Bastian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dalam menjaga stabilitas nasional serta supremasi hukum di Indonesia.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi

14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LPAP PPU Tegaskan Tindakan Provokatif Bukan Representasi Masyarakat Adat Paser

14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Ketua Majelis Adat Paser PPU Bahrani Imbau Masyarakat Kedepankan Musyawarah, Jangan Bawa Persoalan Pribadi ke Ranah Adat

14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Warga Tinggalkan Bukit Soeharto Secara Sukarela Usai Mediasi dengan OIKN

27 September 2026 - 18:19 WIB

Gerak Cepat Polsek Samboja dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Bukit Merdeka

23 September 2026 - 10:12 WIB

Karhutla Lahan Tiga Hektare di Muara Kuaro Paser Padam Berkat Kolaborasi TNI-Polri dan Masyarakat

18 September 2026 - 10:40 WIB

Trending di Berita