Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 19 Agu 2026 22:33 WIB ·

H. Viktor Yuan Tegaskan DAD Kaltim Tak Pernah Dorong Pemisahan dari NKRI


 H. Viktor Yuan Tegaskan DAD Kaltim Tak Pernah Dorong Pemisahan dari NKRI Perbesar

SAMARINDA — Pasca pemasangan Spanduk yang dicat menyerupai bendera Borneo Raya disertai dengan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah pusat di kawasan Flyover Samarinda pada Minggu (17/8) pagi memantik perhatian publik. Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Munculnya simbol Borneo Raya dalam aksi tersebut menuai beragam respons karena dinilai dapat menimbulkan persepsi yang keliru apabila dikaitkan dengan sikap masyarakat adat Dayak di Kalimantan Timur.

Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, H. Viktor Yuan, menegaskan bahwa kondisi keamanan dan kerukunan masyarakat di Bumi Etam hingga saat ini tetap berjalan aman dan kondusif.

“Kalau di Kaltim situasi alhamdulillah aman, terkendali, dan harmonis,” ujar Viktor Yuan.

Viktor juga menegaskan bahwa DAD Kaltim tidak pernah membahas ataupun mendorong adanya agenda pemisahan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, pengibaran bendera Borneo Raya dalam aksi tersebut bukan merupakan keputusan maupun sikap resmi DAD Kaltim. Karena itu, masyarakat diminta tidak menggeneralisasi aksi individu atau kelompok tertentu sebagai representasi lembaga adat Dayak di Kalimantan Timur.

“DAD Kaltim menegaskan tidak pernah membahas atau mendorong pemisahan diri dari NKRI. Bendera Borneo Raya bukan merupakan keputusan atau representasi DAD Kaltim,” tegas Viktor.

Ia menambahkan, DAD Kaltim tetap berkomitmen menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Timur. Perbedaan pandangan maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah, menurutnya, sebaiknya disampaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Viktor juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan yang berpotensi menyudutkan kelompok tertentu.

“DAD terus mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi narasi media yang menyudutkan dan tidak melakukan aksi yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujarnya.

DAD Kaltim berharap masyarakat tetap menjaga suasana kondusif, terutama setelah rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurut Viktor, semangat kebangsaan dan keberagaman di Kalimantan Timur perlu terus dirawat dengan mengedepankan persatuan serta komunikasi yang baik antarkelompok masyarakat.

Dengan demikian, munculnya bendera Borneo Raya dalam aksi tersebut ditegaskan bukan sebagai representasi sikap resmi DAD Kaltim maupun sebagai bentuk dukungan terhadap pemisahan diri dari NKRI.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi

14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LPAP PPU Tegaskan Tindakan Provokatif Bukan Representasi Masyarakat Adat Paser

14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Ketua Majelis Adat Paser PPU Bahrani Imbau Masyarakat Kedepankan Musyawarah, Jangan Bawa Persoalan Pribadi ke Ranah Adat

14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Warga Tinggalkan Bukit Soeharto Secara Sukarela Usai Mediasi dengan OIKN

27 September 2026 - 18:19 WIB

Gerak Cepat Polsek Samboja dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Bukit Merdeka

23 September 2026 - 10:12 WIB

Karhutla Lahan Tiga Hektare di Muara Kuaro Paser Padam Berkat Kolaborasi TNI-Polri dan Masyarakat

18 September 2026 - 10:40 WIB

Trending di Berita