Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 30 Jan 2026 18:51 WIB ·

Ketua DPC Jubah Hitam GEPAK Bontang Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Kendali Presiden RI


 Ketua DPC Jubah Hitam GEPAK Bontang Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Kendali Presiden RI Perbesar

Bontang — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jubah Hitam Gerakan Pemuda Anti Kejahatan (GEPAK) Kota Bontang, Muhammad Yusuf, menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah kendali Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari sistem ketatanegaraan yang konstitusional.

Muhammad Yusuf menegaskan bahwa posisi Polri langsung di bawah Presiden merupakan bentuk penguatan independensi dan profesionalisme institusi kepolisian dalam menjalankan fungsi penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat.

“Menempatkan Polri di bawah kendali Presiden adalah keputusan yang tepat dan sesuai konstitusi. Polri membutuhkan komando yang jelas dan efektif agar dapat bekerja cepat, profesional, dan tidak terjebak kepentingan sektoral,” ujar Muhammad Yusuf.

Ia menilai, wacana menempatkan Polri di bawah kementerian tertentu justru berpotensi memperpanjang rantai birokrasi serta melemahkan respons institusi kepolisian dalam menghadapi dinamika keamanan di lapangan.

Lebih lanjut, Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa Jubah Hitam GEPAK Kota Bontang mendukung penuh reformasi berkelanjutan di tubuh Polri, khususnya dalam penguatan integritas, transparansi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin Polri semakin profesional, humanis, dan benar-benar menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Reformasi internal harus terus dilakukan tanpa mengubah posisi strategis Polri yang sudah tepat di bawah Presiden,” tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama Polri dalam menjalankan tugas negara. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, khususnya di Kota Bontang.

Menutup pernyataannya, Muhammad Yusuf mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung Polri dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melayani masyarakat demi kepentingan bangsa dan negara.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi

14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LPAP PPU Tegaskan Tindakan Provokatif Bukan Representasi Masyarakat Adat Paser

14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Ketua Majelis Adat Paser PPU Bahrani Imbau Masyarakat Kedepankan Musyawarah, Jangan Bawa Persoalan Pribadi ke Ranah Adat

14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Warga Tinggalkan Bukit Soeharto Secara Sukarela Usai Mediasi dengan OIKN

27 September 2026 - 18:19 WIB

Gerak Cepat Polsek Samboja dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Bukit Merdeka

23 September 2026 - 10:12 WIB

Karhutla Lahan Tiga Hektare di Muara Kuaro Paser Padam Berkat Kolaborasi TNI-Polri dan Masyarakat

18 September 2026 - 10:40 WIB

Trending di Berita