Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 29 Jan 2026 08:41 WIB ·

Dukungan Tokoh Adat Menguat, Polri di Bawah Presiden Dinilai Strategis


 Dukungan Tokoh Adat Menguat, Polri di Bawah Presiden Dinilai Strategis Perbesar

Samarinda – Ketua Lembaga Adat Kesultanan Banjar Kalimantan Timur, Gusti Adi Rahmani, menyatakan dukungan penuh terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada di bawah komando langsung Presiden Republik Indonesia.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Gusti Adi Rahmani menegaskan bahwa penempatan Polri di bawah Presiden merupakan langkah konstitusional sekaligus strategis dalam menjaga keutuhan negara, stabilitas nasional, serta ketertiban sosial di tengah masyarakat majemuk.

“Polri adalah alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, sudah seharusnya Polri berada langsung di bawah Presiden sebagai pemegang mandat rakyat,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Menurut Gusti Adi Rahmani, wacana penempatan Polri di bawah kementerian atau lembaga tertentu justru berpotensi melemahkan netralitas dan wibawa institusi kepolisian. Hal tersebut dinilai dapat membuka ruang kepentingan sektoral yang bertentangan dengan nilai persatuan dan kepentingan nasional.

“Jika Polri berada di bawah kementerian, maka ada risiko kepentingan jangka pendek masuk dan mengganggu peran Polri sebagai pengayom seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Sebagai pemangku adat, Gusti Adi Rahmani menekankan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam menjaga harmoni sosial, adat istiadat, serta kearifan lokal di Kalimantan Timur. Polri yang kuat, profesional, dan netral dinilai menjadi penyangga utama terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan berkeadilan.

“Dalam perspektif adat dan budaya, keamanan adalah syarat utama bagi terjaganya martabat, kehormatan, dan persatuan masyarakat. Polri harus berdiri di atas semua golongan dan kepentingan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap reformasi Polri yang berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan profesionalisme, integritas, serta pendekatan humanis dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

Lembaga Adat Kesultanan Banjar Kalimantan Timur, lanjut Gusti Adi Rahmani, berkomitmen mendukung Polri sebagai pilar negara yang menjaga supremasi hukum dan persatuan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.

“Polri yang kuat, bermartabat, dan berakar pada nilai kebangsaan adalah kunci terciptanya negara yang aman dan berdaulat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Bhakti Adhyaksa, Massa Soroti Integritas Kejaksaan dan Penanganan Kasus Eks Jampidsus

22 Juli 2026 - 18:02 WIB

Massa Gelar Aksi Damai di Balikpapan, Sampaikan Empat Aspirasi kepada Kejaksaan Agung

22 Juli 2026 - 16:53 WIB

Polda Kaltim Perkuat Sinergi Tiga Pilar Bersama Kodam VI/Mulawarman dan Kejati Kaltim

15 Juli 2026 - 12:39 WIB

Kapolres Mahakam Ulu Jalin Silaturahmi dengan Koramil 0912-03/Long Bagun, Perkuat Sinergitas TNI–Polri

14 Juli 2026 - 18:36 WIB

Kapolres Bontang Jalin Silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

14 Juli 2026 - 18:23 WIB

Momentum HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman, Kapolda Kaltim dan Pangdam Perkuat Soliditas TNI-Polri

14 Juli 2026 - 17:41 WIB

Trending di Berita