Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 4 Agu 2025 08:17 WIB ·

IKN Semakin Hidup: 6.200 Orang Sudah Beraktivitas, Investor Mulai Berdatangan


 IKN Semakin Hidup: 6.200 Orang Sudah Beraktivitas, Investor Mulai Berdatangan Perbesar

NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan geliatnya sebagai pusat peradaban baru. Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengungkapkan data menarik yang menjadi daya tarik utama bagi investor.

Saat ini, IKN sudah dihuni oleh sekitar 1.200 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 5.000 pekerja konstruksi.

“Jika kegiatan baru dimulai, bisa mencapai 25.000 orang. Selain itu, ada ribuan turis lokal yang datang setiap harinya, serta kunjungan rutin dari tamu-tamu pemerintah,” jelas Bimo, Minggu (3/8/2025).

Tentu saja, hal ini menarik investor-investor besar untuk mempertimbangkan IKN sebagai arena ekspansi bisnis mereka.

Potensi Menjanjikan

Satu di antaranya adalah konglomerasi Artha Graham Network. Mereka bertemu Kepala Otorita IKN dan jajarannya sekaligus menjadi bukti bahwa visi kota masa depan ini mulai menarik perhatian investor strategis.

Pertemuan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada potensi pasar yang menjanjikan, di mana ribuan orang sudah berkegiatan setiap hari.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan. Beliau menyatakan, tidak akan ada moratorium, sebaliknya, pembangunan justru dipercepat.

“Presiden Prabowo memerintahkan agar pembangunan Yudikatif dan Legislatif segera diselesaikan dalam tiga tahun,” cetus Basuki.

Saat ini, fokus pembangunan berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Dengan landasan hukum yang kuat dan anggaran yang sudah disiapkan, pemerintah menjamin proyek IKN adalah prioritas nasional yang terus berjalan.

Hal ini memberikan kepastian bagi para investor bahwa IKN adalah tempat yang aman untuk berinvestasi.

Lirik Sektor Hospitality dan F&B

Perwakilan Artha Graha Network, Michael Iskandar, secara khusus menyatakan ketertarikannya pada potensi di sektor hospitality (perhotelan) dan food & beverage (FnB). Hal ini sejalan dengan kebutuhan IKN saat ini.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menjelaskan bahwa untuk menciptakan ekosistem yang optimal, IKN membutuhkan crowd, tempat-tempat keramaian, dan fasilitas lifestyle seperti sarana olahraga.

Tujuannya bukan hanya memindahkan orang, tetapi juga menciptakan kenyamanan agar mereka betah tinggal. Terkait hal ini, Roi yakin, pengelolaan aset seperti di kawasan SCBD Jakarta bisa diterapkan di IKN melalui kerja sama business-to-business (B2B) yang menjanjikan.

Dengan target populasi yang terus bertumbuh, ditambah relokasi awal 3.500 ASN dari 16 kementerian/lembaga, IKN hadir sebagai laboratorium hidup bagi model kota masa depan.

Investasi di IKN bukan hanya soal pembangunan, melainkan juga bagian dari membentuk peradaban baru yang tangguh, modern, dan berorientasi pada kemanusiaan.

 

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FPK Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Daerah: “Kaltim Rumah Kita Bersama”

19 Mei 2026 - 13:18 WIB

Ketua PCNU Kubar: Sampaikan Aspirasi dengan Santun dan Bermartabat

16 Mei 2026 - 12:07 WIB

May Day 2026, Disnaker Kaltim Fasilitasi Aspirasi Buruh Lewat Dialog Tanpa Demonstrasi

30 April 2026 - 18:15 WIB

Anev Polda Kaltim Bahas Pengamanan May Day hingga Ketahanan Pangan

28 April 2026 - 12:53 WIB

Syaharie Jaang Apresiasi Aksi Damai, Polda Kaltim Dinilai Humanis Kawal Aspirasi

22 April 2026 - 08:21 WIB

Ketua Mafindo Samarinda Ingatkan Bahaya Hoaks, Masyarakat Diminta Lebih Kritis

19 April 2026 - 13:26 WIB

Trending di Berita