Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 29 Jan 2026 11:36 WIB ·

Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kaltim Tolak Polri di Bawah Kementerian


 Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kaltim Tolak Polri di Bawah Kementerian Perbesar

Samarinda – Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kalimantan Timur, Rendi Putra, menyatakan sikap tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian atau lembaga tertentu. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi melemahkan institusi kepolisian dan tidak sejalan dengan prinsip ketatanegaraan Indonesia.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Rendi Putra menegaskan bahwa Polri merupakan alat negara yang harus berdiri netral dan profesional, sehingga tidak tepat jika berada di bawah kendali kementerian yang bersifat sektoral dan politis.

“Polri bukan alat kementerian. Polri adalah alat negara yang memiliki tugas strategis menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Rendi Putra, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai, jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, maka akan muncul risiko intervensi kepentingan politik jangka pendek serta tumpang tindih kewenangan yang dapat mengganggu independensi dan profesionalisme aparat kepolisian.

“Menempatkan Polri di bawah kementerian justru akan memperpanjang rantai birokrasi dan mengaburkan garis komando. Dalam urusan keamanan nasional, kecepatan dan kejelasan komando adalah hal yang mutlak,” tegasnya.

Rendi Putra juga menekankan bahwa secara konstitusional, kedudukan Polri selama ini telah dirancang sebagai institusi nasional yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden selaku pemegang mandat rakyat dalam sistem pemerintahan presidensial.

“Jika Polri ditarik ke kementerian, maka ada potensi pelemahan fungsi Polri sebagai penjaga stabilitas nasional. Ini bertentangan dengan semangat reformasi dan kepentingan bangsa,” jelasnya.

Sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan, Rendi Putra menyampaikan bahwa Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kalimantan Timur akan terus menyuarakan pentingnya menjaga Polri sebagai institusi yang kuat, netral, dan bebas dari kepentingan sektoral.

Ia juga mendorong agar reformasi Polri difokuskan pada peningkatan integritas, profesionalisme, transparansi, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan pada perubahan struktur kelembagaan yang berpotensi melemahkan institusi.

“Reformasi Polri harus memperkuat, bukan justru menurunkan wibawa dan independensi Polri. Untuk itu, kami dengan tegas menolak Polri berada di bawah kementerian,” pungkas Rendi Putra.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tokoh PGI dan API Kukar Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan, Kaltim Harus Tetap Damai

16 April 2026 - 16:11 WIB

Tokoh Dayak Kaltim Serukan Jaga Kondusivitas, Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Aman dan Tertib

16 April 2026 - 15:34 WIB

Abdulloh Pilih Jalur Damai, Ingatkan Pentingnya Kondusivitas Kaltim Jelang Aksi 21 April

14 April 2026 - 15:19 WIB

Alasan di Balik Rapat Kaltim di Jakarta, Sekda Angkat Bicara

13 April 2026 - 13:44 WIB

Pemprov Kaltim Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Meski Bantuan BPJS Disesuaikan

13 April 2026 - 12:48 WIB

Pemprov Kaltim Luruskan Isu Anggaran Rp25 Miliar, Renovasi Cakup Sejumlah Fasilitas Pemerintahan

13 April 2026 - 11:25 WIB

Trending di Nasional