Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 16 Mei 2025 09:31 WIB ·

Pemprov Kaltim punya target ambisius enam bulan ke depan, mewujudkan swasembada beras di Benua Etam


 Pemprov Kaltim punya target ambisius enam bulan ke depan, mewujudkan swasembada beras di Benua Etam Perbesar

SAMARINDA – Pemprov Kaltim punya target ambisius yang harus dicapai enam bulan ke depan, mewujudkan swasembada beras di Benua Etam.

Target itu diyakini Wakil Gubernur, Seno Aji bisa dicapai karena masih banyak lahan yang bisa disulih rupa menjadi persawahan di Kaltim.

“Kalau gerak cepat pasti bisa,” ucapnya selepas Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Aksi Swasembada Beras di Kantor Gubernur Kaltim.

Memang bukan seperti arahan awal, paling lambat dua tahun terwujud swasembada beras. Target itu menjadi salah satu arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika bertandang ke Kaltim beberapa waktu lalu.

Optimalisasi jadi kunci untuk mencapai swasembada. Sekarang Kaltim hanya punya 20 ribu hektare lahan pertanian aktif. Luasannya harus ditambah, target 50 ribu hektare lahan aktif nantinya.

Untuk itu, mengaktifkan kembali sejumlah lahan pertanian yang sempat mati suri di empat kabupaten/kota jadi langkah yang diambil.

Dari Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, hingga Berau.

Seno meminta penetapan lahan baru untuk pertanian bisa teridentifikasi secepatnya. Rakor serupa pun diharapkannya bisa digelar rutin per pekan. “Dengan begitu, proses mewujudkan swasembada beras di Kaltim bisa terkontrol,” sebutnya.

Langkah lain yang bisa diambil, membuka lahan baru dalam jangka panjang atau ekstensifikasi. Tapi, upaya ini baru bisa dijalankan setelah mendapat restu dari Jakarta, dari Kementerian Kehutanan. Pembukaan lahan baru bisa saja menyentuh kawasan hutan yang diatur pusat.

Tak luput, tutup Seno, perlu kolaborasi berbagai pihak. Baik Dinas PUPR, Balai Wilayah Sungai, Dinas Pangan dan Kehutanan di kabupaten/kota, serta TNI.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Siber Polda Metro Jaya, Diduga Sebarkan Konten Provokasi Kekerasan

1 September 2026 - 10:25 WIB

260 Personel BKO Dikerahkan Polda Kaltim untuk Tangani Karhutla di Lima Wilayah

31 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Kapolda Kaltim Perketat Pencegahan Karhutla, Pelaku Pembakaran Terancam Hukuman Berat

31 Agustus 2026 - 10:11 WIB

H. Viktor Yuan Tegaskan DAD Kaltim Tak Pernah Dorong Pemisahan dari NKRI

19 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Dirintelkam Polda Kaltim Ajak Warga Papua Jaga Persatuan dan Kondusivitas Kaltim

15 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Polri Perkuat Respons Gempa NTT, Kapolda Turun Langsung dan Mabes Kerahkan Personel

15 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Trending di Berita