Menu

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 18 Mar 2024 21:53 WIB ·

Syamsiah Perwakilan Suku Baliq : Dukung IKN, Namun Hak Masyarakat Adat Dipenuhi


 Syamsiah Perwakilan Suku Baliq : Dukung IKN, Namun Hak Masyarakat Adat Dipenuhi Perbesar

SAMARINDA – Lintas organisasi di Kaltim menggelar kegiataan peringatan hari kebangkitan masyarakat adat nusantara pada Minggu (17/3/2024) di Samarinda. Tema yang diangkat dalam kegiatan itu “Perkuat Kampung Dan Solidaritas, Teguhkan Resiliensi Masyarakat Adat Nusantara, yang dihadiri sekira 70 orang.

Dalam kegiatan itu juga digelar ritual adat yang dilakukan oleh Ketua Adat Dayak Modang Jiu dan Saiduani selaku Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Kaltim dengan memotong seekor ayam jantan. Ritual sebagai simbol niat tulus dan megharapakan restu dari Tuhan YME.

Syamsiah perwakilan dari Suku Baliq mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara. “Kami tidak keberataan dengan keberadaan IKN tapi kami meminta jangan mengambil hak-hak kami,”ujarnya saat berorasi.

Dia meminta adanya tempat yang layak untuk keberadaan Suku Baliq yang berada di kawasan IKN, sehingga keberlangsungan hidup masyarakat adat dapat berjalan dengan baik.”Kami memohon berikan kami tempat yang layak,”pintanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kaltim Erika Siluq meminta kaum intelektual muda untuk memperjuangkan hak masyarakat adat terlebih dengan adanya IKN.”Hari ini Kaltim primadona di sebut karena ditunjuk sebagai IKN, saya minta agar memperhatikan janji-janji dan mimpi- mimpi masyarakat adat harus dipenuhi,”harapnya.

Ditempat yang sama Ketua BEM KM Unmul Naufal Banu Tirta Satria menambahkan bahwa tugas mahasiswa salahsatunya bagaimana masyarakat adat di Kalimantan timur harus dapat menjadikan lokal wisdom di Kalimantan Timur.

“Karena kita berada di Kaltim maka kita harus memperjuangkan masyarakat adat di Kaltim. Kita harus mengesampingkan pro kontra IKN yang harus kita perjuangkan adalah kesejahteraan masyarakat adat di Kaltim.

Kegiatan dilanjutkan dengan pementasan pembacaan puisi dan ditutup dengan perntaan sikap peringatan hari kebangkitan masyarakat adat Nusantara.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tokoh PGI dan API Kukar Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan, Kaltim Harus Tetap Damai

16 April 2026 - 16:11 WIB

Tokoh Dayak Kaltim Serukan Jaga Kondusivitas, Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Aman dan Tertib

16 April 2026 - 15:34 WIB

Abdulloh Pilih Jalur Damai, Ingatkan Pentingnya Kondusivitas Kaltim Jelang Aksi 21 April

14 April 2026 - 15:19 WIB

Alasan di Balik Rapat Kaltim di Jakarta, Sekda Angkat Bicara

13 April 2026 - 13:44 WIB

Pemprov Kaltim Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Meski Bantuan BPJS Disesuaikan

13 April 2026 - 12:48 WIB

Ketua FPK Syaharie Jaang Tegaskan, Damai Itu Indah dan Harus Dijaga

12 April 2026 - 20:22 WIB

Trending di Berita