Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 31 Des 2024 18:46 WIB ·

Polri Catat Penurunan Angka Kejahatan di 2024, Efektivitas Penegakan Hukum Meningkat


 Polri Catat Penurunan Angka Kejahatan di 2024, Efektivitas Penegakan Hukum Meningkat Perbesar

JAKARTA – Peningkatan kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penegakan hukum terus menunjukkan hasil yang signifikan.

Berdasarkan survei kinerja penegakan hukum yang dirilis World Justice Project, Indonesia berhasil naik ke peringkat 42 dari 142 negara dengan skor 0,86 terkait efektivitas pengendalian kejahatan. Posisi ini meningkat dari tahun sebelumnya, di mana Indonesia berada di peringkat 44 dengan skor 0,85.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama dalam menjaga ketertiban dan menekan angka kejahatan di seluruh wilayah Indonesia. “Ini adalah bukti nyata dari komitmen Polri untuk terus memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui berbagai langkah strategis dalam penegakan hukum,” ujar Jenderal Listyo di Jakarta, Selasa (31/12).

Pada tahun 2024, jumlah kasus kejahatan secara nasional menurun sebesar 4,23% menjadi 325.150 perkara, dibandingkan 339.537 perkara pada 2023. Tingkat penyelesaian perkara juga meningkat menjadi 75,34%, naik 1,09% dari tahun sebelumnya. Polri menerapkan pendekatan restorative justice sebagai prioritas, sehingga penyelesaian kasus dapat lebih efisien dan berkeadilan.

“Kami selalu mengutamakan pendekatan restorative justice sebagai solusi, sehingga tidak hanya memberikan keadilan bagi semua pihak tetapi juga menghemat anggaran negara,” tambah Jenderal Listyo.

Polri menunjukkan komitmen kuat terhadap kejahatan yang berdampak besar pada masyarakat, seperti perdagangan manusia (TPPO), kejahatan konvensional, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sepanjang 2024, Polri berhasil menyelesaikan 621 kasus TPPO, meningkat 114% dibandingkan 2023. Jumlah korban TPPO juga menurun 42%, dari 3.104 menjadi 1.794 orang.

Selain itu, Polri berhasil mengungkap jaringan TPPO internasional, termasuk jaringan Jerman dengan 110 korban dan jaringan Australia dengan 50 korban. Kapolri menegaskan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak terus ditingkatkan untuk menutup celah penyelundupan manusia secara ilegal.

Dalam pemberantasan narkoba, Polri mencatat keberhasilan besar di tahun 2024 dengan menyelesaikan 82,17% dari total 42.824 kasus. Barang bukti yang disita, senilai Rp 8,6 triliun, menyelamatkan lebih dari 40,4 juta jiwa dari penyalahgunaan narkotika.

Kasus menonjol lainnya adalah pengungkapan jaringan narkotika internasional Timur Tengah dengan barang bukti 389 kg sabu senilai Rp 800 miliar, yang berpotensi menyelamatkan 2,2 juta jiwa. Pengungkapan lainnya mencakup laboratorium clandestine di Jawa Barat dengan barang bukti 1 juta butir obat keras yang telah beroperasi selama 4 bulan.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Polri dan dukungan masyarakat. Kami akan terus meningkatkan upaya untuk memberantas kejahatan, terutama narkoba, demi melindungi generasi bangsa,” pungkas Jenderal Listyo.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PP KMHDI Desak Pemerintah Evaluasi Distribusi BBM di Sejumlah Wilayah Indonesia

17 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi

14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LPAP PPU Tegaskan Tindakan Provokatif Bukan Representasi Masyarakat Adat Paser

14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Ketua Majelis Adat Paser PPU Bahrani Imbau Masyarakat Kedepankan Musyawarah, Jangan Bawa Persoalan Pribadi ke Ranah Adat

14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Warga Tinggalkan Bukit Soeharto Secara Sukarela Usai Mediasi dengan OIKN

27 September 2026 - 18:19 WIB

Gerak Cepat Polsek Samboja dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Bukit Merdeka

23 September 2026 - 10:12 WIB

Trending di Berita