Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Diduga Rekaman Percakapan Ridwan Kamil Dengan Lisa Mariana, Bahas Tes DNA Anak TNI dan Kekerasan: Peradilan Militer Dituding Tak Beri Efek Jera Toleransi Sebagai Pondasi Persatuan, GMKI Samarinda Serukan Aksi Nyata Akademisi Dukung Komitmen Polri dalam Penyelidikan serta Penyidikan Pilkada 2024 Semakin Dekat, Peradah Kaltim Meminta Masyarakat Tetap Bersatu di Tengah Perbedaan

Berita · 8 Agu 2026 14:57 WIB ·

Ketua DAD Kaltim Sampaikan Duka untuk Korban, Minta Warga Tabang Tidak Terprovokasi


 Ketua DAD Kaltim Sampaikan Duka untuk Korban, Minta Warga Tabang Tidak Terprovokasi Perbesar

KUTAI KARTANEGARA — Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, H. Viktor Yuan, S.H., M.H., menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga besar korban penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pernyataan tersebut disampaikan Viktor menyusul terjadinya kericuhan di Desa Bilah Talang, Kecamatan Tabang, yang berujung pada perusakan dan pembakaran sejumlah rumah.

“Saya H. Viktor Yuan, S.H, M.H selaku Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur menyampaikan rasa duka yang mendalam keoada keluarga besar yang menjadi korban penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Tabang Kab. Kutai kartanegara.” Ujar viktor

Viktor juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas sosial, budaya, dan agama di wilayah tersebut.

“Sembari menyampaikan rasa duka yang mendalam kami juga menghimbau seluruh elwmen masyarakat untuk menjaga keamanan kondusifitas sosial, budaya, agama.” Ujar viktor

Ia meminta seluruh tokoh masyarakat yang berada di Kecamatan Tabang untuk memperkuat tali persaudaraan dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik lanjutan.

“Kepada semua tokoh yang ada dikecamatan Tabang agar selalu menjaga tali persaudaraan menghindari konflik, agar tidak terjadi konflik yang lebih meluas lagi.” Ujar viktor

Menurut Viktor, seluruh persoalan yang terjadi hendaknya dipercayakan kepada aparat penegak hukum agar dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Percayakan seluruh permasalahan hukum kepada Kapolres Kutai Kartanegara untuk menyelesaikan permasalahan ini sehingga tidak meluas sampai ke hal hal yang tidak kita inginkan.” Ujar viktor

Ia juga menyatakan kepercayaannya kepada jajaran Polri, baik Polres Kutai Kartanegara maupun Polda Kalimantan Timur, untuk menangani perkara tersebut secara profesional dan bijaksana.

“Kami percaya kepada polri dari polres dan polda bisa menyelesaikan ini dengan baik dengan bijak dan menangkap semua pelaku yang melakukan penganiayaan sehingga mengakibatkan adanya korban meninggal dunia. Proses secara hukum yang berlaku.” Ujar viktor

Kericuhan Berawal dari Dugaan Pengeroyokan

Sebelumnya, situasi di Desa Bilah Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memanas. Aksi massa berujung pada perusakan dan pembakaran sejumlah rumah.

Kericuhan tersebut diduga dipicu insiden yang sebelumnya disebut sebagai kecelakaan. Namun, setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), muncul dugaan adanya pengeroyokan atau perkelahian yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka.

Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander, mengatakan peristiwa yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia tersebut awalnya terjadi pada Kamis (6/8/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Pada awalnya, kejadian tersebut diduga sebagai kecelakaan. Namun, hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian memunculkan dugaan adanya pengeroyokan atau perkelahian.

“Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya mengalami luka dan kemudian menjalani perawatan,” sebut Elvander saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Elvander, informasi awal yang beredar menyebut ada sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam insiden dugaan pengeroyokan tersebut. Namun, jumlah tersebut belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan Polsek Tabang masih berlangsung.

“Sekarang ini proses penyelidikan oleh Polsek Tabang masih berjalan,” terangnya.

Di tengah situasi tersebut, imbauan untuk menjaga ketenangan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperluas konflik menjadi penting. DAD Kalimantan Timur berharap seluruh tokoh masyarakat dan elemen masyarakat di Kecamatan Tabang dapat menahan diri serta menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Dengan demikian, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dan tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aji Mulyadi Ingatkan Tokoh Adat Kalimantan, Jangan Mau Diadu Domba demi Kepentingan Pribadi

14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LPAP PPU Tegaskan Tindakan Provokatif Bukan Representasi Masyarakat Adat Paser

14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Ketua Majelis Adat Paser PPU Bahrani Imbau Masyarakat Kedepankan Musyawarah, Jangan Bawa Persoalan Pribadi ke Ranah Adat

14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Warga Tinggalkan Bukit Soeharto Secara Sukarela Usai Mediasi dengan OIKN

27 September 2026 - 18:19 WIB

Gerak Cepat Polsek Samboja dan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Bukit Merdeka

23 September 2026 - 10:12 WIB

Karhutla Lahan Tiga Hektare di Muara Kuaro Paser Padam Berkat Kolaborasi TNI-Polri dan Masyarakat

18 September 2026 - 10:40 WIB

Trending di Berita